Video Perkelahian Gank Siswi SMA Beredar di Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Beberapa hari terakhir masyarakat Kota Bima dihebohkan dengan beredarnya video kekerasan yang diduga dilakukan oleh beberapa orang siswi SMU. Adegan perkelahian yang tak layak ditiru tersebut diduga direkam di Kompleks Dana Taraha dan melibatkan dua kelompok (gank) siswi yang berlainan sekolah. Insiden yang mencoreng dunia pendidikan ini kini menjadi perhatian serius aparat berwajib dan juga para pelaku pendidikan di Kota Bima.

Video kekerasan di dunia pendidikan beredar / Foto: Youtube.com

Tak banyak dialog yang bisa dibaca dari cuplikan video pendek tersebut. Entah apa sebabnya, dua orang siswi yang masih berseragam sekolah tersebut tiba tiba saling menyerang. Nampak jelas dalam tayangan tersebut kedua ‘jagoan’ didukung dan dielu-elukan oleh supporter masing masing, tak ada satupun dari mereka yang melerai, tak ubahnya ayam aduan yang turun gelanggang.   “Ayo, Ayo, Ayo”. “Awas, tak boleh ada yang berani masuk dan melerai”. “Hantam, terus, maju,” teriak para pendukung masing-masing siswi yang tengah adu pukul, jambak, dan cekik itu.

Adegan kekerasan itu berlangsung selama satu menit 15 detik hingga keduanya kelelahan dan nyaris pingsan. Kuat dugaan, video pendek itu barulah babak pertama. Menjelang berakhirnya pertarungan dua siswi tersebut, masih terdengar kalimat yang menyuruh mereka untuk istrahat dulu sebelum melanjutkan perkelahian.

Adegan demi adegan kekerasan yang terekam dengan kamera telepon genggam (HP) itu awalnya beredar terbatas dari satu tangan ke tangan lainnya. Beberapa hari terakhir adegan itu akhirnya tersebar lebih luas lagi setelah ada pihak yang mengunggahnya di jejaring penyimpanan video Youtube. Kecaman-demi kecaman pun dilontarkan oleh banyak pihak terhadap aksi yang mencoreng dunia pendidikan itu. Belum diketahui pasti dua siswi itu berasal dari sekolah mana. Namun belakangan tersiar kabar, perkelahian di Dana Taraha itu dilakukan oleh siswi SMA 2 Kota Bima dan SMAN 4 Kota Bima sekitar dua bulan yang lalu.

Kapolres Bima Kota, AKBP. Kumbul, KS, SIK, SH yang dimintai keterangan tentang itu, mengaku belum mengetahui tentang adanya video tersebut. Dirinya mengaku baru tahu setelah tayangan itu diperlihatkan oleh salah satu wartawan melalui telepon genggamnya. Demi kepentingan penyelidikan dan penyidikan, Kumbul lalu meminta berkas video itu untuk dikirim via Bloetooth. Dirinya menjanjikan untuk mengambil langkah serius berkaitan dengan hal ini. “Video ini akan kami telusuri. Kita berikan dulu kesempatan untuk intelegen mencari tahu video ini dan dari mana para siswi ini,” tegasnya.

Sementara itu, saat sejumlah wartawan ingin mengkonfirmasi Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, Drs. Suryadi, MPd di ruangannya, pada saat yang sama datang Kepala sekolah SMAN 4 Kota Bima. Beberapa saat kemudian, Suryadi yang nampak menghindar dari kejaran media, akhirnya keluar ruangan dengan alasan dipanggil oleh Walikota Bima. Tak ada sepatah kata pun menjawab pertanyaan media saat keluar di ruangannya.[BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *