Bayi yang Tertukar, Orang Tua Lapor RSUD Bima ke Polisi

Kabupaten Bima, Kahaba.- RSUD Bima terus didera persoalan, kali ini RSUD yang statusnya berubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu dihadapkan pada persoalan dugaan bayi yang tertukar. Orang tua bayi pun melaporkan kejadian tersebut ke Polisi.

Isteri Sugiono saat menggendong bayi didepan ruangan KSPK Polres Bima Kota. Foto: Deno

Isteri Sugiono saat menggendong bayi didepan ruangan KSPK Polres Bima Kota. Foto: Deno

Orang tua bayi, Subagio (29) warga Desa Tolo Uwi merasakan ada kejanggalan saat pertama melihat kondisi bayinya yang ditunjuk RSUD Bima. ia menaruh curiga jika rumah sakit sengaja menukar anaknya dengan bayi yang lain.

Subagio menjelaskan, bayinya lahir tanggal 22 Agustus lalu. Saat itu, dirinya melihat ada aktifitas pegawai dan pemilik bayi lain yang mencurigakan. Sejumlah pertanyaan pun ia ajukan ke pegawai, namun jawaban selalu diluar konteks.

“Saya tanya prosedur proses melahirkan ko’ dijawab rahasia negara. Apa hubunganya proses melahirkan dengan rahasia negara,” sorotnya di depan ruangan SPK Polres Bima, Jum’at (30/9).

Karena jawaban dari pegawai setempat selalu menimbulkan kecurigaan. Sugiono mengambil keputusan untuk melakukan tes darah dan tes DNA.

“Hasil tes darah dan DNA di Denpasar Bali, secara biologis bayi itu bukan anak kami. Darah saya dan istri darah B, sedangkan golongan darah bayi ini O,” ungkapnya.

Karena merasa dirugikan dengan persoalan tersebut, Sugiono pun membawa masalah ini ke ranah hukum, untuk mengungkap kebenaran ditukarnya bayi tersebut.

“Kami ingin bayi kami kembali. Pihak RSUD Bima harus membuka kembali dokumen bayi siapa saja yang lahir pada Bulan Agustus,” tegasnya.

Bagian SPK Polres Bima Kota IPDA Rejoice Manalu membenarkan adanya laporan pengaduan persoalan tersebut.

“Kami sudah terima laporan kasus bayi yang tertukar tersebut. Kasus ini akan segera kami limpahkan ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Bima Kota,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Bima H. Ikhsan saat ditemui di ruangannya dan dikonfirmasi masalah itu memilih untuk tidak berkomentar dan menyarankan untuk ke Humas RSUD Bima.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Bruero

    Yang membingungkan bukan anaknya darah o dan ortu darah b krn itu bisa terjadi. Tp knp tes dna bisa tidak sama? Kredibilitas lab nya gmn tuh… yg merasah salah ngetes dna shrusnya konfirmasi biar ato msh2 tes ulang lg gratis. Kshan kluarga krn tes dna biayanya mahal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *