Pemkab Bima Gelar Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun

Kabupaten Bima, Kahaba.- Puncak  perayaan  Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) se-Dunia ke-9 Tingkat Kabupaten Bima yang dirangkaikan dengan Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan /Open Defecation Free (ODF) digelar di lapangan Desa Kuta Kecamatan Parado, Sabtu (15/10).

Bupati Bima (Kanan) saat mencuci tangan pakai sabun. Foto: Hum

Bupati Bima (Kanan) saat mencuci tangan pakai sabun. Foto: Hum

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri dan rombongan dari Kementerian Kesehatan RI, FKPD dan para pejabat teras yang hadir dilokasi deklarasi langsung disambut Tarian Hadrah dan pengalungan selendang. Kemudian meninjau stan 5 desa yang ada di kecamatan Parado. Acara diisi sejumlah kegiatan baik tarian daerah, kareku Kandei, tarian Anak-anak dan Yel Yel Cuci Tangan.

Bupati yang didampingi Subdit Penyehatan Udara Tempat Umum dan Kawasan Kementerian Kesehatan RI Cucu Cakrawati, Dandim 1608/Bima, Kadis Kesehatan kabupaten Bima, para pimpinan SKPD langsung melakukan peninjauan 5 stan pameran desa se-Kecamatan Parado yang menampilkan tanaman obat obatan, hasil pertanian dan inovasi dalam pengelolaan pangan di kecamatan Parado.

Usai menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilakukan pembacaan Deklarasi ODF Kecamatan Parado yang pimpin oleh Camat Drs. Baharudin dan diikuti para Kades, istri, dan kelompok siswa-siswi SMP dan SD Se- Kecamatan Parado.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri mengatakan, deklarasi ini merupakan tindaklanjut deklarasi sebelumnya tingkat Kecamatan Wawo bebas ODF.

Kecamatan Parado merupakan wilayah kedua yang melakukan Deklarasi dan akan disusul Kecamatan Lambitu. Dengan demikian kata Bupati maka sampai saat ini sudah terdapat 72 desa ODF.

“Tentu kita berharap setiap tahun akan terus berlanjut pada 15 kecamatan lainnya yang belum mengadakan deklarasi. Sehingga pada tahun 2018 mendatang Kabupaten Bima akan berhasil memenuhi akses universal pola 100 -0 – 100 yaitu 100 persen cakupan akses air minum,  0 persen penyakit menular dan 100 persen akses sanitasi,” kata Bupati.

Sebelumnya, Cucu Cakrawati yang membacakan sambutan Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI mengatakan, untuk percepatan pencapaian pemenuhan akses masyarakat di Kabupaten Bima terhadap sanitasi yang layak, dirinya menyampaikan agar upayakan pencapaian minimal 1 desa terverifikasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (ODF) setiap tahun untuk setiap wilayah kerja Puskesmas.

Aspek lainnya yang penting direalisasikan kata Cucu adalah mereplikasikan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh kecamatan lain. Secara khusus hendaknya Kepala Puskesmas, tenaga kesehatan dan sanitarian dapat mengupayakan untuk meningkatkan intensitas pemicuan di unit kerja masing-masing.

“Kita berharap, agar tetap bersemangat dalam upaya upaya promosi kesehatan dan pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan melakukan mobilisasi dana untuk pelaksanaan STBM antara lain dari dana desa maupun dana lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga seluruh wilayah benar benar stop Buang Air Besar Sembarangan,” ujarnya.

Diakuinya, Millenium Development Goal merupakan target global yang harus dipenuhi oleh semua negara termasuk Indonesia. Sampai saat ini, sudah 7 daerah yang telah berhasil mencapai target ODF, dan mudah-mudahan Kabupaten Bima akan menyusul ketujuh daerah tersebut dalam hal pencapaian target ODF ini.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga menyerahkan Piagam Kecamatan Parado bebas buang air besar sembarangan (ODF), dan pengukuhan kecamatan Parado  ODF yang ditandai dengan pengguntingan pita dan pembukaan plang papan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi cuci tangan massal Bupati, Dandim, Tim Kementerian Kesehatan  dan para pejabat teras serta kepala desa Se-Kecamatan Parado.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *