Wujudkan Generasi Qurani, 1.114 Santri Ikuti Khataman

Kabupaten Bima, Kahaba.- Ikhtiar pemerintah daerah dan seluruh elemen menciptakan generasi Qurani terus digalakkan. Jum’at (11/10), sebanyak 1.114 santriwan dan santriwati yang berasal dari TPA / TPQ yang berasal dari 18 kecamatan se–Kabupaten Bima ikut serta pada kegiatan Khataman Massal Al-Quran di halaman kantor Bupati Bima.

Khataman massal yang digelar Pemkab Bima. Foto: Hum

Khataman massal yang digelar Pemkab Bima. Foto: Hum

Pada acara bernuansa Islami yang juga turut dihadiri Wakil Bupati Bima H. Dahlan M. Noer,  Ketua DPRD Kabupaten Bima Murni Suciyanti dan Anggota DPRD, Ketua MUI Kabupaten Bima, Para Pejabat Eselon II dan eselon III SKPD Lingkup Pemkab Bima tersebut.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri  dalam arahannya mengatakan. khataman massal merupakan salah satu kegiatan prioritas pemerintah daerah dalam mewujudkan misi Bima RAMAH, dengan membangun pemerintah dan masyarakat yang mengedepankan nilai religius dalam bermasyarakat  yang dijabarkan dalam program membumikan Al – Qur’an.

 “Kepada santri dan santriwati yang akan dikhatam, agar terus memacu diri, meningkatkan kemampuan baca tulis Al-quran yang dibarengi dengan pemahaman isi kandungan ayat-ayat suci Al-Quran sebagai pedoman agar menjadi generasi yang hidup sesuai tuntutan syariat Islam,” katanya.

Di hadapan staf SKPD, Pembina TPQ dan peserta khataman, Bupati menjelaskan, Khataman Al-Quran yang dilaksanakan secara rutin, selaras dengan program membumikan Al Qur’an yang Alhamdulillah sekarang berjalan dengan baik dan mampu membangun karakter masyarakat yang Qur’ani.

“Artinya setelah memiliki kemampuan baca-tulis Al Quran, masyarakat terutama para generasi muda memahami Al Quran dan menerapkan nilai yang terkandung didalamnya dalam kehidupannya kelak,” paparnya.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *