Diancam Oknum Pegawai Dukcapil, Warga Ngamuk

Kabupaten Bima, Kahaba.- Memalukan kinerja yang ditunjukkan oknum pegawai Dukcapil Kabupaten Bima, lantaran tidak terima ditegur warga yang mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP), oknum tersebut pun mengancam warga.

Salah seorang pegawai Dukcapil saat menenangkan warga. Foto: Noval

Beruntung, saat itu antara oknum pegawai dan warga dilerai oleh sebagian warga lainnya yang juga mengurus administrasi kependudukan di kantor setempat.

Menurut M. Nasarudin, dirinya saat itu datang membuat KTP. Karena  pegawai setempat tengah menonton aksi demonstrasi depan kantor setempat, dirinya menegur dan meminta untuk melayani masyarakat secara maksimal.

“Tidak terima dengan teguran saya, pegawai itu marah-marah,” ungkapnya di Dukcapil, Selasa (13/12).

Cekcok mulut pun terjadi, hingga banyak warga lainnya yang datang. Dirinya hanya menuntut agar pelayanan maksimal, bukan karena ada orang demo demo pegawai semua keluar dan menonton daripada melayani masyarakat.

“Apa urusan mereka soal demo,” tanya pria itu.

Warga lain, Lubis mengaku dirinya diancam oknum pegawai di kantor setempat. Karena diancam ingin di bunuh, dia pun naik pitam dan mengamuk.

“Saya kaget ketika saya diancam ingin disembelih,” katanya.

Dia meminta, agar oknum pegawai setempat segera dibina dan diproses karena telah mengancam warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Bima serta oknum pegawai belum berhasil dikonfirmasi terkait ancaman dan pelayanan yang dinilai tidak maksimal tersebut, tidak berada di tempat.

*Kahaba-02

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *