Akibat Banjir, Kerugian Pertanian dan Peternakan Rp 73 Miliar

Kota Bima, Kahaba.- Ribuan hektar tanaman di lahan pertanian pada lima Kecamatan se-Kota Bima, rusak akibat terendam banjir bandang, Rabu dan Jumat (21-23/12) pekan lalu. Selain lahan pertanian, juga membuat 15.243 jenis ternak hanyut terbawa arus banjir.

Salah satu lahan pertanian yang rusak di Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda. Foto: Eric

“Akibat banjir itu, para petani dan peternak menderita kerugian sangat besar, terlebih banyak sawah yang siap panen maupun ternak yang mati karena terbawa air,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kota Bima, Hj. Rini Indriarti kepada Kahaba.net, Sabtu (31/12).

Berdasarkan data yang dihimpun, dan juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima menyebutkan, jumlah lahan pertanian yang rusak akibat terendam banjir seluas 725 hektar (Ha). Kemudian untuk kerugian ternak, mencapai 15.243.

Alumni Sarjana Pertanian itu menyebutkan, data hewan ternak yang hanyut diantaranya antara lain Ayam, Domba, Kambing, Kerbau, Unggas dan Sapi. Selain menghanyutkan hewan ternak, ada juga kandang yang di dalamnya terdapat ternak ikut terseret banjir.

“Dari data kerugian tersebut, untuk sementara dari lahan pertanian kerugian mencapai Rp 72 miliar, sedangkan untuk ternak mencapai Rp 1,8 miliar,” sebutnya.

Setelah melakukan pendataan, pihaknya akan buat berita acara untuk diserahkan ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Agar dapat direspon, dan bantuan untuk masyarakat petani peternak dapat tersalurkan.

“Untuk tekhnis bantuan, kami menunggu instruksi dari pemerintah terkait. Baik itu bantuan berupa dana, alat maupun bibit,” imbuhnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *