Agama Berubah di E-KTP, Warga Palibelo Demo Camat

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kesalahan pengetikan terhadap kartu identitas tak jarang menjadi isu yang sensitif, apalagi ketika status agama sang pemilik KTP berubah.  Program nasional E-KTP yang diharapkan dapat mengakomodir kepastian data kependudukan seseorang di Kecamatan Palibelo menuai protes pada hari Kamis (13/9) lantaran agama yang tercantum dalam KTP model baru itu berbeda dengan data sebenarnya.

Ilustrasi

Warga yang mengalami perubahan status agama di E-KTP diantaranya Abdul Salam, warga Desa teke. Abdul Salam yang pada kenyataannya beragama Islam dalam kartu identitas yang dibagikan berubah menjadi beragama Katolik.

Menemukan kejanggalan tersebut membuatnya tidak terima dan murka. Kamis (13/9), Abdul Salam dan warga lainnya menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kecamatan Palibelo.

Kepada sejumlah wartawan, Abdul Salam  mengungkapkan, perubahan status agama di E-KTP mencuat saat pembagian E-KTP di RT 17. Bukan hanya dirinya, setelah pembagian beberapa orang warga lainnya atas nama Rasidin H. Muhtar dan Aryati Kurniati juga mendapatkan hal yang serupa.  “Ini sangat berbahaya, apalagi menyangkut agama. Petugas camat kok tidak becus bekerja padahal hal ini sangat sensitif,” ujarnya.

Sementara itu Camat Palibelo, Drs Zainuddin H Usman yang dimintai tanggapan atas perubahan status agama warganya, mengaku telah meminta kembali KTP yang salah tersebut untuk dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *