Warga Desa Risa vs Dadibou Saling Serang

Kabupaten Bima, Kahaba.- Bentrok melibatkan kelompok warga Desa Dadibou dan Desa Risa pecah, Rabu (22/2) sekitar pukul 13.00 Wita. Aksi saling serang menggunakan senjata api dan alat perang terjadi di tengah sawah di So Lapanggo Desa Donggobolo, perbatasan kedua desa.

Ilustrasi

Sekitar 20 menit saling kejar mengejar, aksi saling serang tersebut dibubarkan puluhan aparat gabungan Polsek Woha dan Polres Bima. Polisi beberapa kali mengeluarkan tembakan peringatan.

Namun tidak lama dibubarkan, bentrok kembali terjadi di perbatasan Desa Risa dan Dadibou. Kontak senjata terdengar beberapa kali. Polisi kemudian berusaha membubarkan warga dengan mengeluarkan tembakan peringatan dan gas air mata. Kelompok warga berhasil dibubarkan sekitar pukul 15 00 wita.

Kapolres Bima AKBP M. Eka Fathurrahman, SIK mengaku, bentrok berawal dari masalah antara pelajar dari Desa Risa dan Dan Dadibou. Muncul selisih paham di SMKN 2 Bima ketika jam sekolah berlangsung,

”Kelompok warga yang terlibat saling serang sudah dibubarkan. Kami menyita puluhan anak panah, namun tidak berhasil mengamankan Senpi,” katanya.

Saat ini, pihaknya menempatkan sejumlah personil kepolisian di dua Desa untuk mengantisipasi terjadinya bentrok susulan.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *