Ratusan Kader IMM Bima Ramaikan Milad yang ke-53

Kabupaten Bima, Kahaba.- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memperingati hari lahir (Milad) yang ke-53 pada tanggal 14 Maret 2017. Sejumlah kegiatan dilaksanakan, seperti halnya yang dilakukan IMM Cabang Bima yang mengelar acara temu kader lintas generasi di Hotel La Ila Kota Bima, Selasa (14/3).

Acara Milad IMM Bima ke-53. Foto: Firman

Kegiatan dengan tema “Refleksi Perjalanan IMM Lintas Generasi Dalam Mengawal Pembangunan Daerah” dihadiri ratusan kader IMM yang berasal dari pengurus cabang, pengurus komisariat, Forum Komunikasi Alumni (Fokal) IMM dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota dan Kabupaten Bima.

Ketua Umum PC IMM Bima, IMMawan Harmoko mengatakan, selain menjalin silahturahmi antar kader dan senior, kegiatan ini juga menjadi konsolidasi gerakan IMM kedepan serta membedah sejarah IMM Bima dari generasi ke generasi.

“Hasil dari Milad ini akan ditindaklanjuti dengan aksi nyata untuk kemajuan IMM Bima,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan diskusi lintas generasi yang disampaikan oleh ketua pimpinan Cabang IMM Pertama Sukrin HT dan dilanjutkan oleh ketua-ketua cabang IMM, serta senior-senior IMM yang lain.

Berbagai pengalaman selama menjadi pengurus IMM disampaikan oleh para ketua domisioner. Sukrin HT misalnya, menyampaikan bagaimana tantangan awal mendirikan IMM di Bima yang pada saat itu masih di masa orde baru.

“IMM pada saat itu diintai di intimadasi karena dikira organisasi macam-macam dan berbagai tantangan lainya, memakai jas IMM saja dicurigai,” ungkapnya.

Berbagai hal tentang perjalanan IMM juga disampaikan senior IMM Bima yang lain. Seperti sejarah perjuangan mereka ketika menjadi ketua dan pengurus IMM.

Kritikan yang konstruktif juga datang dari mereka dalam menilai keadaan IMM saat ini. Seperti disampaikan oleh ketua IMM tahun 2010-2011 Syamsudin. Menurutya, tidak ada alasan IMM Bima untuk tidak lebih maju, karena tantangan IMM saat ini tidak lagi seperti dulu.

“Senior sudah banyak dengan berbagai profesi mereka hari ini, Dosen, Pengusaha, Anggota Dewan, Pengacara dan profesi lainnya. Tinggal bagaimana kader saat ini memanfaatkan keberadaan mereka baik untuk memeperoleh dukungan materi maupun untuk memperoleh ilmu,” sarannya.

Dukungan juga disampaikan oleh Hadi Santoso, Owner Sentral Muslim ini mengatakan Ber-IMM harus didasarkan dengan panggilan jiwa.

“Melakukannya tidak perlu dibayar dan tidak membatasi waktu untuk ada didalamnya,” kata Hadi.

Kader IMM juga menurut Hadi harus tetap mempertahankan ciri khasnya, tertib dalam ibadah, unggul dalam intelektual dan anggun dalam moral. Jika saja diri itu sudah tidak dilaksanakan, berarti IMM itu sudah tidak ada.

*Kahaba-08

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *