AP dan LPBJ Tunggu Realisasi Program Triwulan Pertama

Kota Bima, Kahaba.- Pelaksanaan program kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Triwulan pertama sudah mulai berjalan. Hanya saja, progresnya tidak signifikan karena masih pada tahap persiapan dan perencaan.

Kasubbag Data dan Pelaporan Bagian Administrasi Pembangunan (AP) dan LPBJ Setda Kota Bima, Iskandar Zulkarnain. Foto: Eric

Kasubbag Data dan Pelaporan Bagian Administrasi Pembangunan (AP) dan LPBJ Setda Kota Bima, Iskandar Zulkarnain menjelaskan, pada triwulan pertama pekerjaan fisik belum ada progres. Masing-masing OPD tengah menyiapkan dan merencanakan pelaksanaan pekerjaan. Memasuki triwulan kedua, pekerjaan mulai dilaksanakan.

“Triwulan pertama biasanya hanya belanja barang dan jasa. Kami dari AP dan LPBJ juga akan melakukan monev terkait upaya perancangan,” ujarnya, Rabu (21/3).

Kemudian pada triwulan kedua kata pria yang bergelar S.STP itu, progres kegiatan sudah dilaksanakan. Pihaknya pun kembali melakukan monev untuk mengupayakan OPD agar segera melaksanakan pekerjaan.

Pada triwulan ketiga juga tuturnya, hampir sama dengan triwulan kedua. Hanya saja AP dan LPBJ mengupayakan agar bisa mendorong maksimalnya peran SKPD dalam menjalankan program. Sehingga pada triwulan keempat, pekerjaan diharapkan selesai.

Ia menjelaskan, biasanya pekerjaan yang sedikit terlambat yang tidak sesuai dengan tahun anggaran berjalan, adalah pekerjaan masuk pada APBD Perubahan ataupun dari tambahan dana hibah atau tranfer dari pusat. Kalau ada keterlambatan, pihaknya melakukan upaya lebih atau stresing khusus, agar OPD terkait segera melaksanakan program.

“Biasanya, kendala suatu pekerjaan yakni adanya perubahan Juklak Juknis dari kementrian tekhnis., atau adanya rasionalisasi anggaran yang bersumber dari APBN Perubahan dan APBD Perubahan,” tuturnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *