Protes Film Penghinaan Nabi Muhammad, UIB Segel KFC

Kota Bima, Kahaba.- Ratusan massa yang menamakan diri Umat Islam Bima (UIB) Bima Kamis (21/9) pagi menggelar demonstrasi damai untuk memprotes beredarnya film yang melecehkan Rasulullah SAW. Sebagai bentuk kekecewaan mereka, rumah makan cepat saji Amerika, KFC di Jalan sultan Hasanuddin, Kelurahan Sarae disegel oleh demonstran. Melanjutkan aksinya, massa kemudian berkonvoi mendatangi sejumlah kantor instansi Pemerintah Kabupaten dan Kota Bima .

Massa JAT Bima berdemonstrasi di depan Kodim Bima untuk mengutuk pembuatan film penghinaan atas Nabi Muhammad

Demonstran awalnya berkumpul di Lapangan Merdeka Bima, dan sekitar pukul 09.00 mulai berkonvoi sambil menggelar orasi. Dimulai dari markas Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Kelurahan Melayu Kota Bima, massa lalu menuju KFC. Selain menyegel gerai makanan cepat saji ala amerika itu, massa juga membakar bendera AS dan foto presiden Barrack Obama. Aksi pembakaran tersebut tidak mendapatkan reaksi dari kepolisian yang mengawal aksi tersebut.

Selain KFC, massa juga berkonvoi dan melakukan aksi serupa di beberapa kantor instansi pemerintah daerah. Dimulai dengan kantor DPRD Kabupaten Bima, lalu massa beranjak ke depan kantor Walikota Bima dan berakhir di  depan kantor DPRD Kota Bima kemudian membubarkan diri.

Dalam orasinya UIB menyatakan sikap mengutuk keras pelaku penghinaan terhadap Nabi Muhamad melalui film Innoccence Of Moslems, menuntut hukuman mati kepada para pelaku pelecehan melalui film tersebut, dan mengutuk pemerintah Amerika Serikat yang melindungi para pelaku penghinaan terhadap nabi yang merupakan antek Yahudi.

JAT juga menuntut pemerintah Republik Indonesia untuk  segera memutuskan hubungan diplomatik dengan Pemerintah Amerika sebagai penjajah negeri muslim seluruh dunia. Massa dalam orasinya menyerukan TNI dan Polri untuk tidak menjadi pembela dan pelindung kepentingan Amerika. Selain itu, dalam salah satu butir penyataannya, JAT juga menyerukan kepada umat Islam memboikot produk Amerika dan Yahudi yang beredar di pasaran. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *