Korban Kebakaran Melayu Diduga Dibunuh

Kota Bima, Kahaba.- Kebakaran rumah di Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota kemarin ternyata menyimpan fakta lain. St. Hawa, korban yang meninggal dalam kebakaran tersebut, diduga di bunuh terlebih dahulu, sebelum pelaku membakar rumah dan korban.

Yusuf dan Keluarganya usai memberikan keterangan kepada media. Foto: Deno

Suami St. Hawa, Yusuf Ismail saat bercerita pada Kahaba, sebelum istrinya datang ke Kota Bima, ia sedang memanen jagung di Desa Hu’u Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu. Kemudian memberi uang Rp 3 juta ke Hawa untuk membeli tarpal dan karung untuk kebutuhan panen jagung  yang ditanam. Setelah menerima uang dari suaminya, Hawa sempat berkomunikasi dengan seorang pria yang diduga berasal dari kota Bima inisial HS.

Lanjut Yusuf, dirinya tidak tahu jika istrinya akan datang ke Kota Bima. Padahal jika ingin membeli tarpal dan karung, bisa saja dibeli di daerah Dompu. Setelah menerima uang darinya pada hari Rabu pekan kemarin, Hawa kemudian ke Bima hari itu juga. Lalu pada Kamis  keesokan harinya, Yusuf beserta keluarga menerima kabar dari kepala dusun Desa Hu’u jika Hawa telah meninggal karena ikut terbakar saat kebakaran terjadi di kelurahan Melayu.

“Kami menduga kematian Hawa bukan karena terbakar. Tapi isteri saya lebih dulu di bunuh sebelum kebakaran terjadi. Kami menduga pelaku membakar rumah tersebut hanya untuk menghilangkan jejak,” duganya, Sabtu (13/05).

Hal-hal yang menjanggal saat mayat hawa diperiksa pun di beberkan Yusuf. Seperti bekas luka sobek dibagian kepala hingga telapak tangan dan telapak kaki korban yang sudah terpotong. Dengan adanya bekas luka di tubuh korban, yusuf menaruh dugaan kalau istrinya Dibunuh, bukan meninggal akibat kebakaran.

Yusuf dan keluarganya juga menduga kematian Hawa berawal dari lelaki yang berinisial HS, meminta isterinya datang ke Bima dan mengambil uang. Sementara masalah hubungan antara Hawa dan HS, pihaknya tidak tahu jelas.

“Masalah ini akan saya laporkan ke Polres Bima Kota agar mendalami kasus ini dan mengungkap fakta dibalik kematian istri saya,” inginnya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Diana Dahlan

    Duh, bukannya gmn ya? Dari dua bulan lalu, sy membaca media lokal. Pembunuhan yg aneh2, pembuangan bayi dgn modus sok polos rata2 dilakukan oleh, yg klo dikelaskan mereka yg berasal dari kelas bawah. Pendidikan rendah, lingkungan kampung yg keras dan mereka yg menghasilkan uang dgn usaha super keras. BUKAN UANG YG ADALAH AKAR KEJAHATAN TAPI KEMISKINAN. Miskin Ilmu, miskin etika, miskin harta, miskin kepribadian, dll. Terima kasih dgn berita semacam ini, sy memberi kesimpulan pada diri sendiri bahwa hidup harus punya selera sendiri biar tdk ikut2 arus org kebanyakan. KARENA, Mayoritas tidak berarti benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *