Lantang Sebut “Saya Pancasila”, Tugu Pancasila Sepi Pengunjung

Kota Bima, Kahaba.- Tanggal 1 Juni 2017, bertepatan dengan hari kelahiran Pancasila. Pancasila adalah dasar Negara Indonesia. Kekinian, banyak suara lantang “Saya Pancasila” berseliweran. Baik di kegiatan kolektif maupun terlihat dalam status perorangan maupun kelompok di media sosial (Medsos) Facebook.

Tugu Pancasila di Kota Bima. Foto: Ompu

Akan tetapi, dengan kehebohan tersebut  tidak berbanding lurus dengan keberadaan Tugu Pancasila di Amahami Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. Di hari bersejarah ini, tugu itu malah sepi pengunjung.

Pantauan Media ini, sekitar pukul 07.00 Wita Kamis (1/6), tepatnya di lokasi tugu Pancasila yang berdiri tegak dengan keberadaan simbol Garuda dan tertulis lima sila sebagai dasar berbangsa dan bernegara.

Matahari dari ufuk timur sudah memancarkan cahayanya, seolah melabrak dinding belakang tugu yang sudah bercat warna putih kusam itu. Suasana di Lokasi tugu yang tidak jauh dari Pasar Amahami Kota Bima itu sepi pengunjung, justeru lebih ramai di pasar.

Miris rasanya mengoyak jiwa. Banyak status medsos “Saya Pancasila”  lantang disuarakan. Seolah status itu mewakili kepribadiannya. Namun, melangkah mengunjungi tugu bersejarah untuk memeringati hari lahir pancasila, tidak satupun yang datang menengoknya.

Tugu dengan ketinggian sekitar lebih kurang 100 meter tersebut kini berasa sepi dengan tata kelola lokasi sekitar yang belum ramah. Tidak ramah dalam kebersihan dan tidak ramah dalam tatanan keindahan.

Mau bilang apa, mestinya di hari yang bersejarah ini, hari dimana lokasi ini mendapat perhatian selayaknya berdiri tegak seperti tugu lain yang bersejarah. Indah, rapi dan bersih adalah harapan.

Siang berlalu sekitar pukul 12.00 Wita. Kondisinya pun masih sepi. Media ini mencoba ingin melihat kehadiran para pecinta Pancasila untuk sama-sama membersihkan lokasi ini agar lebih indah dan berwibawa.

*Kahaba-09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *