30 Warga Bima Gangguan Jiwa dan Dirawat

Kota Bima, Kahaba.- Dua tahun terakhir, sekitar30 warga Bima, baik Kota maupun Kabupaten pernah dirawat di RS Jiwa. Dari jumlah itu, rata – rata penyebabnya karena depresi dan dampak mengkomsumsi obat keras Tramadol.

Muhtar (Dua dari kanan) bersama warga Bima yang gangguan jiwa (dua dikiri). Foto: Mahyudin Mas’ud (Facebook)

Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA LPEPM) Bima, Mukhtar merincikan, pada tahun 2016, sebanyak 15 warga Kota Bima dan Kabupaten Bima mengalami gangguan jiwa dan dirawat di RS Jiwa. Mereka masing-masing AF, AB dipasung, JL, NN asal Desa Rade Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima. DL dipasung asal Desa Tambe Kecamatan Bolo, IL asal Desa Nggembe Kecamatan Bolo juga pasung.

Kemudian WH asal Desa Sanolo Kecamatan Bolo, MS dan HS dipasung asal Desa Parado. MS asal Kelurahan Dara dipasung, SF asal Kelurahan Sadia, JM dan JF asal Tonggondoa dipasung. Kemudian ED asal Desa Roi juga dipasung. ABL asal Kecamatan.

“Semua diobati di RSJ, beberapa diantaranya ada yang sembuh,” ujar pria yang konsen mengurus warga yang mengalami gangguan jiwa tersebut.

Lalu untuk tahun 2017 sambung Mukhtar, IDH, SHR ARD, NGS dan AW asal Kelurahan Penatoi, SF asal Kelurahan Sadia, SF asal Kelurahan Jatiwangi, DH dan SR asal Kecamatan Woha, IL dan MS asal Kecamatan Bolo dan SF asal Kelurahan Kolo, AD asal Rabadompu, SH yang membunuh saudara di Kumbe, dan AR Rabangodu Selatan.

“Rata-rata depresi berat karena masalah ekonomi dan obat-obat terlarang seperti Tramadol,” sebutnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *