Bupati Bima : Jangan Jadikan Tambora Daerah Buangan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri meminta kepada seluruh jajarannya agar tidak menjadikan Kecamatan Tambora sebagai daerah buangan para Aparatur Sipil Negara (ASN). Stigma buruk Tambora itu harus dihilangkan, terutama di lingkup pendidikan.

Bupati Bima didampingi Wakil Bupati dan Pimpinan FKPD saat berkunjung ke Desa Oi Bura Tambora, Sabtu kemarin. Foto, Ady.

“Kepada KUPT Dinas Dikpora yang ada, jangan jadikan Tambora ini hanya untuk menitipkan atau daerah buangan. Tetapi pastikan, siapapun pegawai yang bekerja disini hadir melaksanakan tugasnya dengan baik,” ingat Bupati saat berkunjung ke Desa Oi Bura Tambora, Sabtu kemarin dalam rangka BBGRM.

Kondisi pendidikan di Tambora saat ini jelas Bupati memang masih banyak kekurangan. Seperti jumlah murid dengan guru sangat tidak berimbang. Sesungguhnya guru ada, tetapi mereka tidak hadir dan memberikan pelajaran bagi anak didiknya.

“Namun Alhamdulillah, kemarin kita sudah menerima formasi guru garis depan sebanyak 7 orang. Saya berharap 7 orang guru ini dapat diterima dengan penuh rasa persaudaraan oleh seluruh masyarakat Tambora,” harapnya.

Diakuinya, 7 guru ini termasuk dari 54 orang yang mengikuti tes secara nasional. Mereka tidak hanya berasal dari NTB, tetapi juga hadir dari Kabupaten dan Provinsi lain di Indonesia.

“Saya berharap semuanya dapat menjadi tuan rumah yang baik, sehingga walaupun jauh di Tambora mereka akan nyaman dan mampu mentransfer ilmu mereka. Sehingga nanti kita tidak lagi kekurangan sumber daya manusia,” ingat dia.

Begitu juga bagi setiap tamu yang hadir, baik untuk pendakian ke Lereng Tambora maupun untuk beribadah ke Pura. Bupati berharap masyarakat dapat memberikan kemudahan-kemudahan sehingga siapapun yang datang akan betul-betul merasa nyaman.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *