Puspa Bima Ajak Siswa SMPN 1 Bolo Jauhi Narkoba

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pusat Partisipasi Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak (Puspa) Kabupaten Bima menggelar sosialisasi bahaya narkoba di SMPN 1 Bolo, Selasa (21/11). Kegiatan itu dimaksud untuk memberi pemahaman kepada generasi tentang bahaya mengonsumsi narkoba.

Siswa SMPN 1 Bolo saat menyimak pemaparan bahaya Narkoba dari Puspa Bima. Foto: Yadien

Kabid Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kabupaten Bima (DP3AP2KB) Hj Siti Romlah selaku pemateri menyampaikan, sosialisasi bahaya narkoba penting dilaksanakan. Karena sosialisasi menjadi upaya untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada anak-anak tentang bahayanya narkoba maupun Tramadol.

“Upaya lain yang juga bisa dilakukan dengan cara meminta semua elemen dan masyarakat untuk ikut terlibat dan berpartisipasi. Karena semakin banyak yang peduli, maka semakin baik,” tuturnya.

Kata Romlah, melihat maraknya anak-anak yang mengkonsumsi narkoba dan Tramadol. Pihaknya bertekad untuk menggelar kegiatan tersebut di seluruh Kabupaten Bima. Tahun ini, pihaknya ingin fokus masuk ke sekolah-sekolah di Kecamatan Bolo.

Pada kesempatan itu juga, Puspa memberi kesempatan kepada siswa-siswa menyampaikan uneg-unegnya tentang narkoba dan Tramadol. Termasuk jika sudah ada yang pernah memakai Tramadol, siswa akan diberi kesempatan untuk menceritakan pengalamannya seperti mual, gatal, pahit dan sebagainya.

“Agar siswa yang terlanjur memakai bisa berhenti dan yang belum pernah agar tidak menggunakannya,” kata Romlah.

Lebih lanjut Romlah menyampaikan, untuk siswa-siswa yang sudah terlanjur memakai narkoba atau Tramadol, pihaknya akan memberikan pembinaan agar segera sadar dan tidak kecanduan.

“Kami tidak mengucilkan, namun kami akan bina dan memberikan trauma hearing,” bebernya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Bolo Marwan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Puspa dan pemerintah yang telah hadir di sekolahnya untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya narkoba dan Tramadol, beserta dampaknya.

“Saya sangat bersyukur sekali,” ucapnya.

Kata Marwan, Tramadol atau apapun obat-obatan yang disalahgunakan tersebut sangat berbahaya. Untuk itu dirinya juga meminta peran keluarga dan orangtua siswa agar mengajak dan mengontrol pergaulan anak, agar tidak terjerumus.

“Keluarga dan orang tua saya harap berperan aktif untuk selamatkan generasi,” pintanya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *