PMII Minta Kejari Tuntaskan Dugaan Korupsi Kades

Kota Bima, Kahaba.- Memperingati hari anti korupsi, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bima menggelar aksi depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima, Senin (11/12) pagi.

PMII aksi di depan kantor Kejari Bima. Foto: Deno

Dalam aksi tersebut puluhan mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan. Diantaranya meminta Kejari agar menuntaskan dugaan korupsi yang melibatkan beberapa Kepala Desa di Kabupaten Bima dan sudah resmi dilaporkan.

“Kami minta semua kasus korupsi segera diselesaiakan dan dituntaskan. Terutama dugaan korupsi melibatkan sejumlah kepala desa,” desak Muhammad Sidik, Ketua Umum PMII Bima.

Ia juga meminta Kejari Bima segera memanggil dan memeriksa kepala desa bermasalah yang telah dilaporkan ke ranah hukum tersebut. Aspirasi lain yang disuarakan, yakni terkait dugaan korupsi bawang merah, bibit jagung, penguasaan perusahaan asing terhadap obyek wisata di Sape Utara dan pekerjaan Bendungan Ama Baina di Desa Parangina Sape.

PMII mendesak Bupati Bima mencabut ijin dan menonaktifkan seluruh perusahaan yang dikuasai asing di Sape utara tersebut dan meminta DPRD Kabupaten Bima segera memanggil pemilik perusahaan asing tersebut. Serta mendesak Inspektorat Kabupaten Bima serius menangani kasus dugaan korupsi Anggaran Dana Desa.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *