Sungai Meluap, Sejumlah Desa di Belo Diterjang Banjir

Kabupaten Bima, Kahaba.- Curah hujan yang cukup tinggi dengan durasi hampir 4 jam, Sabtu (13/1) sore menyebabkan sungai meluap dan menerjang sejumlah desa di Kecamatan Belo Kabupaten Bima. Akibatnya, perkumiman warga dan ribuan hektar areal persawahan digenangi air.

Banjir di Desa Ngali. Foto: Istimewa

Informasi yang diperoleh media ini, desa yang diterjang banjir di Kecamatan Belo diantaranya Desa Soki, Desa Lido, Desa Ncera dan Desa Ngali. Akses jalan penghubung antar desa di Belo ini sempat lumpuh karena luapan banjir ikut menggenangi jalan.

Salah seorang warga Desa Soki Arifin Tumpa yang dihubungi Sabtu malam mengaku, banjir yang menerjang desanya tahun ini terbilang cukup besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, dampaknya bagi warga tidak terlalu parah.

“Banjir menggenangi sebagian kampung, terutama di bantaran sungai dan parit. Tetapi alhamdulillah tidak ada kerusakan rumah warga,” ujarnya via telepon seluler Sabtu malam.

Ia menyebutkan, curah hujan di Belo berlangsung hampir 4 jam dengan intensitas cukup besar. Menjelang magrib banjir mulai meluap ke areal persawahan dan sebagian permukiman warga di Desa Soki. Namun perlahan mulai surut malam ini karena hujan berhenti.

“Saya juga tadi mau ke Kota Bima tidak bisa melewati Desa Ngali karena air di jembatan di ujung kampung meluap ke jalan,” ungkapnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bima telah mengeluarkan peringatan dini sejak sore tadi dalam fanpage facebook resminya.

Isinya menginformasikan telah terjadi hujan sedang-lebat pada tanggal 13 Januari 2018 mulai pukul 15:00 WITA hingga saat ini (tadi pukul 19:30 Wita) di wilayah Kecamatan Belo, Woha, Madapangga dan Monta yang dapat menyebabkan meluapnya air sungai, genangan air, dan jalanan licin.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *