DKP NTB Kunjungi Lokasi Budidaya Lele dan Nila Babuju Mandiri

Kota Bima, Kahaba.- Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi NTB, Hj Budi Septiani bersama jajaran dan Kadis DKP Kabupaten Bima Heru Priyanto mengunjungi lokasi Budidaya Ikan Air Tawar Babuju Mandiri, di Kelurahan Santi Kota Bima, Kamis pagi (22/2).

DKP NTB saat mengunjungi lokasi budidaya Lele dan Nila Babuju Mandiri. Foto: Dok Babuju

Kunjungan kurang lebih 1 jam tersebut, dimanfaatkan rombongan melihat dan mendengarkan presentasi pola Budidaya Berbasis Integritas oleh Manager Babuju Mandiri, Julhaidin atau biasa dikenal Rangga Babuju.  Kolam Bioflog Ikan Air tawar jenis Lele Mutiara dan Nila Ekor merah menjadi daya tarik tersendiri para romboingan.

“Kebutuhan ikan bagi rumah tangga dapat didorong melalui upaya budidaya sendiri, memanfaatkan lahan kosong disamping rumah atau halaman rumah,” papar Rangga.

Kondisi tersebut pun menurut dia, dapat diintegrasikan dengan tanaman sayur mayur atau tanaman buah jangka pendek. Pemanfaatan air kolam agar tidak terbuang percuma saat pengurasan atau sortiran lele sangat bermanfaat bagi Tanaman sayur mayur sekitar kolam.

Rangga juga mengakui, selain 13 Kolam terpal yang dimiliki oleh Babuju Mandiri untuk pendederan ikan air tawar. Saat ini sedang proses persiapan budidaya Lebah Trigona. Untuk pakan lebah Trigona adalah sari bunga atau bunga dari tanaman hias. Air kurasaan atau pergantian air kolam bisa langsung diarakan untuk menyiram bunga yang ada.

“Kami di Babuju Mandiri juga sedang melakukan uji coba budidaya Lebah Trigona, air kolam ikan ini sangat bagus untuk dialiri ketanaman bunga sebagai pakan alami Lebah Trigona” jelasnya.

Sementara itu, Hj Budi Septiani mengaku, yang menjadi pertimbangan mengunjungi Lokasi Budidaya Lele dan Nila Babuju Mandiri karena, Babuju telah mampu mengimbangi perubahan jaman yang begitu cepat dan laju kebutuhan hidup yang makin meningkat. Babuju telah melakukan gerak cepat menjemput peluang dan mengoptimalkan potensi yang ada.

Melihat pemaparan dari Rangga, pihaknya pun berencana menfasilitasi program budidaya berintegrasi yang dimaksud kepada warga masyarakat secara bertahap.

“Pola integrasi budidaya menjadi juga misi utama DKP di NTB saat ini dalam mendorong keterpaduan usaha, yaitu saling diintegrasikan dalam memaksimalkan lahan atau areal sempit,” terangnya.

Disamping melihat langsung dan mendengarkan penjelasan pola Budidaya Ikan Air Tawar. Rombongan juga meninjau proses Sangrai Kopi dgn mesin Roasted yg dikelola oleh Babuju Mandiri dan menghasilkan kopi dengan branding ‘Tambora Redstone Coffee’ (TRC) dan ‘Lengge Heritage Coffee’ (LHC). Serta melihat proses Pengemasan Beras Merah yg dibrand dgn “Fare Oma” Bima.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *