Karyawan PT Sinar Mas Finance Bantah Intimidasi Nasabah

Kota Bima, Kahaba.- Karyawan PT Sinar Mas Finance (Sebelumnya Ditulis Bank Sinar Mas) Faisal membantah telah mengintimidasi nasabah Nurmaliana Ningsih, warga Kelurahan Pane. Ia pun menyampaikan klarifikasi persoalan tersebut. (Baca. Tagih Tunggakan Nasabah, Pegawai Bank Sinar Mas Diduga Gunakan Cara Intimidasi

Faisal, Karyawan PT Sinar Mas Finance. Foto: Eric

Faisal menceritakan, Rabu pagi sekitar pukul 11.00 wita dirinya pergi ke rumah Nurmaliana bersama satu rekan lainnya dengan cara kekeluargaan. Sebab dirinya bersama perempuan itu merupakan warga yang tinggal di kelurahan yang sama.

“Kami datang dengan cara baik – baik, sembari menyampaikan informasi dari kantor PT Sinar Mas Finance bahwa ada tunggakan senilai Rp 3 juta lebih tunggakan yang harus di bayar,” ujarnya di depan kantor PT Sinar Mas Finance, Rabu (9/5).

Setelah memberitahukan hal tersebut, justeru Nurmaliana yang saat itu ditemani suaminya kurang menyambut baik. Justeru, membalas dengan nada suara yang cukup tinggi yang tidak elok didengar.

Ia mencoba untuk bersabar dan menyarankan kepada suami isteri tersebut agar soal tunggakan 5 bulan ibunya tersebut dibicarakan langsung dengan pimpinan mereka di kantor. Supaya ada kebijakan dan solusi yang baik untuk kedua belah pihak.

Namun itikad baik tersebut, justeru tidak direspon dengan baik. Sehingga beberapa saat kemudian suami Nurmaliana mengambil senjata tajam, dan berdiri di pintu rumahnya. Karena takut ketika melihat senjata tajam tersebut, ia bersama rekannya memilih untuk lari menuju rumahnya yang tidak jauh dari rumah Nurmaliana.

“Karena takut, kami keluar dari rumah tersebut. Bahkan kami tidak sempat membawa motor dan tertinggal di depan rumah Nurmaliana,” tuturnya.

Karena saat mereka lari sempat ditanya oleh warga sekitar sambung Faisal, mereka menceritakan peristiwa tersbeut. Lalu sebagian warga bersama dirinya kembali ke rumah Nurmaliana untuk bicara baik – baik.

Saat mereka kembali, justeru tidak ditanggapi dengan baik. Suami Nurmaliana malah mengancam menggunakan senjata tajam. Karena diancam, beberapa warga spontan melempar rumah Nurmaliana. Sedangkan Faisal bersama temannya berangkat ke kantor Polres Bima Kota untuk melaporkan kejadian tersebut.

“Jadi bisa dipastikan, pernyataan intimidasi seperti yang disampaikan tidaklah benar,” tegasnya.

Setelah melaporkan tindak pengancaman kata dia, beberapa saat kemudian datang Nurmaliana bersama suaminya juga melaporkan ke Polres Bima Kota, dengan dugaan pengerusakan rumah.

Tapi yang membuatnya merasa aneh, soal pernyataan Nurmaliana akan pengambilan motor di kantor polres Bima Kota untuk diamankan sementara, sembari menunggu inisiatif pembayaran tunggakan 5 bulan yang belum terbayarkan juga tidak benar.

“Kami tidak mengambilnya, justeru kunci motor diserahkan langsung oleh Nurmaliana kepada kami. Sehingga tidak benar kami sebelumnya dikatakan debt kolektor, karena tidak ada tindakan penarikan paksa,” tandasnya.

Karena masalah ini sudah ditangani polisi, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke proses hukum. Agar bisa diketahui kejadian yang sebenarnya. Dirinya juga tidak menutup upaya damai bila ada niat untuk kebaikan bersama. Sebab dirinya mengenal baik Nurmaliana bersama suaminya, karena berada satu kampung.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *