Massa Aksi Desak Rekap Tingkat KPU Dihentikan

Kota Bima, Kahaba.- Gerakan Masyarakat Pilkada Jurdil Kota Bima kembali menggelar aksi di depan Kantor KPU Kota Bima, Rabu (4/7). Massa aksi mendesak penyelenggara Pemilu untuk menghentikan rekapitulasi hasil pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bima di tingkat KPU.

Massa Aksi saat menyampaikan aspirasi di depan Kantor KPU Kota Bima. Foto: Bin

Aksi yang menutup akses jalan Gajah Mada tersebut dikawal anggota TNI dan Polri. Massa secara bergantian menyampaikan orasi di atas mobil truk dengan pengeras suara secara tertib.

“Kami mendesak agar rekap ditingkat KPU Kota Bima dihentikan. Karena terlalu banyak indikasi pelanggaran yang terjadi,” desak Korlap Aksi Gufran.

Menurut dia, pelanggaran terjadi secara tersistematis dan massif. Di Kecamatan Asakota saja, banyak kotak suara yang tidak memiliki segel. Belum lagi bongkar kotak suara yang dilakukan di Kecamatan Rasanae Barat, kemudian mengabaikan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Panwaslu.

“Kalau memang KPU bersih dari konspirasi, maka buktikan kepada masyarakat Kota Bima dengan cara menghitung ulang seluruh kertas suara,” inginnya.

Gufran juga menyampaikan, rekapitulasi harus dihentikan dan bisa dilanjutkan setelah mengantongi rekomendasi dari Panwaslu. Sebab, sejumlah indikasi pelanggaran sudah dilaporkan ke Panwaslu.

Demonstran lain, Jahrudin juga menyampaikan pihaknya mengendus ada konspirasi antara penyelenggara pemilu dengan salah satu pasangan calon.

Kemudian Pada tingkat KPPS, terjadi pendzoliman terhadap pemilih. Dimana sejumlah warga yang sudah memiliki C6, ada yang tidak diperbolehkan untuk memberikan hak pilih.

“Sekali lagi kami mencatat Pilkada Kota Bima Tahun 2018 adalah yang terburuk dalam pesta demokrasi,” sorotnya.

Menurut Jahrudin, aksi yang mereka lakukan bukan semata – mata mempermasalahkan menang dan kalah. Tapi proses yang dilalui oleh penyelenggara Pemilu telah menghalangi hak-hak warga untuk memberikan hak suara.

“Kami meminta rekapitulasi di tingkat KPU dihentikan. Prosesnya jauh dari aturan dan ketentuan,” tegasnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Fino

    Bagussssssss…. ini tanda perjuangan blm berakhir semangat anda semoga sama semangat dgn calon yg udah merasa kalah… perlu di kasih penghargaan perjuangan msh berlanjut du mk… nah ini yg menjadi masalh di mk boleh cuma selisihx harus di bawah 2.5%… tp perlu di kasih semangat walaupun akhirrrr hny segelas air putih aja sudah terobati haus dan dahaga……

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *