Hebat, Anak Penjual Kue Keliling Ini Lulus Cum Laude

Kabupaten Bima, Kahaba.- Namanya Juriatina, buah hati penjual keliling kue tersebut berhasil meraih predikat Cum Laude dengan Indek Prestasi Kumolatif (IPK) 3,83 pada wisuda Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa, Sabtu (6/10).

Juriatina bersama kedua orangtuanya usai diwisuda. Foto: Yadien

Gadis berusia 27 tahun tersebut merupakan anak ke empat pasangan Yusuf Abdullah dan Mukminah, warga Desa Rada Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Mulai kuliah di STKIP Taman Siswa Bima sejak 2014 lalu, jurusan Pendidikan Guru SD (PGSD).

Selain kuliah, sehari-hari gadis yang biasa disapa Juria tersebut membantu ibunya jualan kue keliling kampung. Bahkan tidak jarang dia juga menjual kue buatannya bersama sang ibu di kampus tempatnya kuliah, pada hari-hari dia mengikuti perkuliahan.

Juria mengaku tidak pernah merasa malu untuk berjualan, meskipun di kampus tempatnya kuliah. Kendati dilihat teman-teman kuliah dan dosen, dirinya tidak pernah merasa malu. Karena yang ia lakukan, baik dan menghasilkan sesuatu yang halal.

“Yang penting halal, untuk apa malu,” ujarnya.

Tidak hanya menjual kue, gadis desa yang telah menulis dan berhasil menerbitkan buku antologi cerpen dengan teman-temannya tersebut juga sering menjual buku dan pakaian di kampus.

“Dulu judul bukunya Sebab Pena Tak Pernah Patah,” katanya.

Juria mengaku, kegiatannya yang menjual kue, buku atau bahkan pakaian tersebut dilakukanya untuk menambah biaya kuliah, agar tidak terlalu membebani orangtuanya. Meski sering jualan kue di kampung maupun di kampus, Juria tetap bisa menyisipkan waktu untuk belajar. Tekadnya untuk membanggakan keluarga dan meraih prestasi, mamacu dirinya untuk giat membaca banyak buku dan belajar banyak hal.

Dan buah dari usahanya tersebut, dia berhasil meraih prestasi yang sangat memuaskan saat diwisuda di STKIP Taman Siswa Bima.
Selain menjadi salah satu wisudawan terbaik, saat kuliah Juria berhasil meraih beberapa prestasi. Baik prestasi di dalam kampus maupun di luar kampus. Di antaranya, berhasil juara 1 pada lomba tulis dan baca puisi Bahasa Inggris antar prodi se-STKIP Taman Siswa pada semester 3 dan juara juara 1 Mawapres pada semester 4.

“Saya juga 10 besar finalis Sampela Mbojo tahun 2017,” bebernya.

Juria sangat berterimakasih kepada kedua orang tua dan keluarganya yang telah mendidik dan membimbingnya hingga sampai sekarang. Tidak lupa pula kepada dosen-dosennya di kampus yang telah dengan sabar dan ikhlas mendidik dan mengajarkannya hal-hal baik.

“Terimakasih banyak, dosen di kampus itu tidak saja mengajarkan mata kuliah tapi juga mengajarkan kebaikan,” ucapnya.

Juria berharap semoga kedepan dirinya bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk melakukan hal-hal baik untuk meraik prestasi yang lebih baik. Tak luput dari harapan, dirinya selalu punya keinginan yang besar untuk terus membahagiakan dan membanggakan keluarga terutama kedua orang tuanya.

“Prestasi ini saya persembahkan khusus untuk ibu dan ayah saya,” ungkapnya terharu.

Ketika ditanya soal cita-cita, dirinya mengaku ingin menjadi seorang guru sekaligus menjadi seorang penulis yang bisa menulis hal-hal baik dan menginspirasi perempuan-perempuan lain.

“Menulis dan menjadi guru, 2 hal yang selalu saya harapkan bisa saya raih,” inginnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *