Polres Belum Pastikan Luka Tembak Warga Penaraga

Kota Bima, Kahaba.- Kapolres Bima Kota AKBP Kumbul KS, S.IK, SH membantah pihaknya mengeluarkan tembakan senjata api saat membubarkan bentrokan antara warga Penatoi dan Penaraga kemarin. Ia pun telah meminta pihak RSUD untuk melakukan pemeriksaan terhadap dugaan luka tembak yang menimpa Endi (30) warga Kelurahan Penaraga.

Ilustrasi

Ilustrasi

Seperti yang diberitakan sebelumnya, akibat bentrokan yang terjadi antara warga Kelurahan Penaraga dan Penatoi pada hari Minggu (3/2/2013) pukul 00.30 wita kemarin, Endi menjadi satu-satunya korban yang mengalami luka yang diduga akibat senjata api. Warga Penaraga ini mengalami luka tembak pada tangan kanannya dan langsung dilarikan ke ruang IGD RSUD Bima.

Kumbul yang dikonfirmasi di ruangan Sat Reskrim Gunung Dua, Senin (4/2) mengaku belum dapat memastikan apa penyebab luka korban. “Karena sampai saat ini belum ada laporan hasil pemeriksaan terhadap luka korban, kita belum bisa simpulkan korban terluka akibat peluru atau hal lainnya,” jelas Kumbul seraya menambahkan pihaknya telah berkoodinasi dengan pihak RSUD Bima melakukan pemeriksaan terhadap luka korban dan material penyebabnya.

Saat bentrokan itu pecah, dikatakannya, polisi hanya menggunakan gas air mata untuk memisahkan dua kelompok massa. Itupun hanya sekali, karena warga langsung membubarkan diri saat ditembaki dengan gas air mata. “Sepengetahuan saya tidak ada anggota yang mengeluarkan tembakan senjata api di lokasi,” tegasnya.

Sementara itu terkait kondisi terakhir di Kelurahan Penatoi dan Penaraga dilaporkannya dalam keadaan kondusif. Selama dua malam terakhir sebanyak 250 orang personilnya dan dua SSK Brimob Bima serta dibantu oleh anggota TNI dan Linmas Kota Bima telah diturunkan untuk melakukan penjagaan di jalan utama Kota Bima dan jembatan sekitar wilayah yang kerap mengalami bentrok.

Hanya saja kata Kumbul, pasca bentrok terjadi diketahui aksi provokasi dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang hendak mengadu-domba kedua warga yang berseteru masih terjadi. Karenanya ia berharap warga di kedua belah pihak untuk tidak terpancing oleh aksi provokasi tersebut.

“Semoga warga bisa saling menjaga keamanan dan mengutamakan akal sehat dalam menanggapi isu-isu agar hal yang tak diinginkan tidak muncul dan malah kemudian akan merugikan warga yang lebih banyak,” pesannya.

Tambah Kumbul, untuk lebih mempertegas adanya pertemuan perdamaian sebelumnya, Selasa (hari ini) akan digelar pertemuan akbar antara tokoh kedua kelurahan sekaligus silaturrahmi untuk memperkuat kesepakatan islah yang telah ditempuh sebelumnya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *