Selain Bawang, Harga Cabe Ikut Naik

Kota Bima, Kahaba.-  Selain harga bawang merah dan putih yang menggila dalam beberapa hari terakhir, produk pertanian lainnya yaitu cabai, baik itu untuk cabe merah besar maupun cabe rawit juga ikut melambung tinggi pada kisaran Rp 50 ribu/kilogram.

Harga daging di pasar Rasa Kota Bima melonjak di bulan Ramadhan / Foto: Kahaba.info

Harga bawang dan cabe di pasar Rasa Bima melonjak. Foto: Kahaba.info

Seperti disampaikan salah seorang pedagang kebutuhan pokok di Pasar Raya Bima, Aminah (40) mengaku harga cabe sudah naik sejak empat hari terakhir. Ia mengaku memperoleh cabe dari pemasok dengan harga Rp 45 ribu setiap kilogramnya, kemudian dijual kembali dengan harga rata-rata Rp 50 ribu.

Namun pedagang kecil itu mengaku tidak banyak meraup untung dari kenaikan sejumlah komoditas dapur itu. Modal untuk berdagang telah habis untuk membeli cabe dari pemasok .”Tidak ada untung pak, yang ada modal kita habis hanya untuk beli cabe dari petani,” ujarnya.

Pembeli pun khususnya para pedagang rumah makan dan bakso tidak lagi mampu menjangkau harga cabe yang beberapa kali lipat dari harga normal itu. Jika sebelum kenaikan harga ini konsumen berbelanja cabe lebih dari satu kilogram, kini hanya ½ sampai ¼ kilogram saja setiap hari. “Mereka (para konsumen, red) bilang kalau membeli cabe banyak-banyak maka mereka akan merugi belum, dan tak cukup modal lagi untuk membeli bumbu lain,” papar Aminah.

Berkurangnya daya beli masyarakat terkait naiknya harga kebutuhan dapur ini juga berlaku untuk produk bawang. Para pelanggan rumah tangga dikatakannya hanya mampu membeli bawang dengan satuan siung saja, itupun jika stok bawang di pedangang tersedia.

Data harga yang diperoleh Kahaba di  Pasar Raya Bima ini tentu bertolak belakang dengan data harga yang dilansir Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima sebelumnya, yang menyebutkan harga masih berkisar Rp 30 ribu/kilogramnya.

Namun Kepala Diskoperindag Kota Bima, melalui Kepala Bidang (Kabid), Perdagangan, Ratnaningsih, SE kepada wartawan dikantornya, senin (18/3) membantah pihaknya tidak melakukan surfei pasar terhadap harga komoditi bawang dan cabe sebelum melansir data perkembangan harga kepada media.

Bahkan menurut Ratnaningsih, harga cabe yang dilansir Rp 30 Ribu/kilogram sudah sesuai dengan harga pasar, hanya saja memang kata Ratna, harga dipasar saat ini tidak menentu, antara pedagang yang satu dengan yang lain sehingga untuk menentukan harga juga sedikit ada kendala.

Namun dari hasil surfei yang terbaru, untuk harga cabe merah besar memang mengalami kenaikan, tetapi bukan menembus angka Rp 50 ribu/kilogramnya tetapi kisarannya hanya Rp 45 Ribu/kilogram. Mengenai harga ini juga cenderung naik turun untuk harga komiditi cabe, sementara untuk bawang merah dan putih memang saat ini cukup tinggi bahkan tidak ada dipasaran. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *