Pariwisata Kilo Mulai Bergairah, Butuh Sentuhan Kebijakan Pemerintah

Kabupaten Dompu, Kahaba.- Kilo, merupakan wilayah tingkat Kecamatan yang masuk Kabupaten Dompu. Letaknya di sebelah utara semenanjung Sanggar Pulau Sumbawa. Kilo juga daerah pesisir yang sangat aktif dengan hasil lautnya.

Wisatawan lokal dari Dompu, hingga luar Dompu tampak sedang menikmati keindahan pasir putih salah satu Obyek (Detinasi) wisata Kilo yang sedang memboming, pantai Nanga Toi. Foto: Ady

Abdullah Mursalin, Kades Mbuju mengungkapkan, setiap akhir pekan kawasan pantai di wilayahnya selalu dikunjungi para wisatawan baik dari Dompu maupun dari luar Dompu.

“Saya sering melihat puluhan orang datang pakai mobil dan sepeda motor, di pantai Abu Ila, Toro (Bukit) Matompo, dan Pantai So Panihi. Mereka bawa anak, istri dan kerabatnya untuk berlibur,” ungkapnya, Selasa (18/9).

Ia menilai, wisatawan domestik berdatangan untuk menikmati keindahan alam dan wisata bahari yang dimiliki desanya. Sebab, siapa yang tidak terpikat dengan pasir putih, pantai yang bersih, suasana yang sepi, nyaman, dan bercengkrama langsung dengan alam yang asri dan hijau, seperti di Spot So Panihi.

Abdullah membeberkan, keindahan pantai dan alam di wilayahnya terbilang sangat lengkap dan eksotis. Karena, berlatarkan langsung (Landscape) Gunung Tambora, Semenanjung Sanggar. Ditambah, lagi dengan gugusan perbukitan, kawasan hutan bakau yang sudah hampir punah, dan jejeran pohon kelapa.

“Tentu semua ini adalah anugerah dan potensi besar buat Desa kami, sehingga kedepannya kami tinggal menata dan merawatnya,” tukasnya.

Secara terpisah, Camat Kilo H Iswan mengatakan, dirinya kini terus mendorong masyarakat Kilo untuk memulai usaha dengan potensi laut dan pantai di Kilo yang begitu indah. Laut dengan pasir putih dan begitu banyak potensi ikan tangkap, bisa menjadi potensi pariwisata.

“Laut yang tenang dan pantai yang indah. Saya berharap akan ada yang berusaha ikan bakar di pantai ini dan menjadi ikon,” inginnya.

Hal yang senada pun, disampaikan oleh Sadam, salah seorang pemuda, asal Desa Melaju. Menurutnya, pariwisata Kilo kini sedang menjadi buah bibir dan magnet buat para wisatawan. Hampir setiap Jumaat, Sabtu, Minggu, beberapa kawasan pantai dan wisata alam dikunjungi para wisatawan.

Dikatakannya, disetiap pekan para wisatawan ini ada yang datang menginap hingga berhari-hari, ada yang bawa tenda dan ada juga yang cari penginapan di rumah warga sekitar. Hal ini tentu menjadi nilai lebih buat warga terutama pedagang dan pemilik usaha.

Pantai Nanga Toi saat sore hari. Foto: Ady

“Orang-orang ini datang pasti butuh makan, minum, dan jasa-jasa lainnya. Artinya, ini perlu di manage dengan baik, sehingga mendatangkan keuntungan dan pundi-pundi rupiah yang lebih besar,” bebernya.

Namun, Sadam menyanyangkan. Pasalnya, hampir semua spot wisata yang ada tidak dibarengi dengan sarana dan fasilitas umum.

“Belum ada WC, kamar mandi, musholla, tempat duduk, dan sejumlah fasilitas lain. Untuk itu, saya berharap pemerintah perlu menfasilitasinya dengan segera. Karena ini kebutuhan berjangka panjang dan keharusan,” tegasnya.

Ia berharap, dengan segala potensi dan kegairahan wisatawan berkunjung ke Kilo ini, pemerintah desa, kecamatan dan pemerintah daerah (Kabupaten, red) harus duduk bersama, untuk membicarakan serius perihal pengelolaan pariwisata ini.

“Semua harus ikut andil dan bahu membahu memanfaatkan potensi ini untuk menjadi ikon. Serta, pendapatan daerah,” harapnya.

Untuk diketahui, kecamatan ujung utara Dompu ini terdiri dari 6 Desa. Hampir semua desa memiliki potensi wisata alam, wisata pantai dan keanekaragaman tradisi dan adat istiadatnya. Sehingga membuat daya pikat para wistawan berdatangan.

Kawasan yang dikenal rasta Kilo ini memiliki pesisir pantai yang eksotis dan terbilang masih perawan, ditambah lagi dengan hamparan dan butiran pasir putih, gugusan laut Samudera Hindia, sayup-sayup puncak Gunung Tambora. Dan kawasan pantai di Kilo pun, ditumbuhi pepohonan kelapa dan mangrove, yang usianya terbilang puluhan tahun. Tidak hanya itu, kawasan yang berada ini pun, diapit oleh perbukitan yang ditumbuhi oleh padang savana pada musim hujan.

Kawasan yang merupakan bagian dari kawasan strategis nasional yakni Saleh Moyo Tambora (SAMOTA), KEK (Kawasan Ekonomi Ekslusif dan MP3I (Master Plan Percepatan Perluasan Ekonomi Indonesia) ini, memiliki destinasi unggulan, sebut saja seperti toro (Bukit) Matompo, Pantai So Panihi, Teka Mboru, Pantai Nanga Toi, dan Pantai Wadu Mee. Tempat-tempat ini, sangat cocok untuk tempat yang sangat favorit untuk berselfie, karna view pemandangan yang sangat natural dan segar.

Untuk berkunjung ke Kilo, dari Kota Dompu hanya butuh 1 jam. Cukup menggunakan kendaraan umum dan bisa juga memakai sepeda motor, juga biaya yang praktis sangat murah kisaran Rp 20.000 sampai Rp 25.000.

*Kahaba-09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *