Komunitas Lentera Muda Bima Gelar Seminar Nasional Keperawatan

Kota Bima, Kahaba.- Komunitas Lentera Muda (KLM) Bima menggelar Seminar Nasional Keperawatan dengan tema ‘Model Konsep Keperawatan Holistik dan Aplikasi Keperawatan Komplementer’ di Paruga Nae Convention Hall, Minggu (17/7).

Foto bersama Komunitas Lentera Muda Bima usai Seminar Nasional Keperawatan. Foto: Bin

Foto bersama Komunitas Lentera Muda Bima usai Seminar Nasional Keperawatan. Foto: Bin

Seminar tersebut menghadirkan pembicara Doktor Keperawatan dari Poltekkes Kemenkes Semarang Mardiono, ditambah tiga orang pembicaraan lain sebagai pembicara pendamping, masing – masing Dhandra Irawan, Heru Supriwandani dan Lalu Hersika Asmawariza.

Rizky Suriadin, Ketua Panitia Kegiatan dalam laporannya mengatakan, latar belakang pelaksanaan kegiatan tersbeut bertujuan menambah khazanah pengetahuan mahasiswa keperawatan. Selain itu, memenuhi kebutuhan kegiatan ilmiah yang masih sangat kurang dilaksanakan di Kota Bima.

Kata dia, kegiatan itu diikuti sebanyak 250 peserta, yang berasal dari perawat perawat yang ada di Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu serta mahasiswa dari Poltekkes Mataram Program Studi D III Keperawatan Bima dan Program Studi D IV Keperawatan Gawat Darurat Bima.

“Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Komunitas Lentera Muda Bima dengan Pemerintah Kota Bima, Poltekkes Kemenkes Mataram serta Poltekkes Kemenkes Semarang,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Dewan Pembina KLM Bima, H. Jubair mengatakan, perawat merupakan profesi yang sangat mulia. Kegiatan seminar ini sangat bermanfaat, terutama perawat yang bertugas di bagian pelayanan Rumah Sakit dan Puskesmas.

“Kegiatan ini sebagai bentuk pengembangan pengetahuan tentang Keperawatan Holistik. Bagi adi – adik mahasiswa, ini menjadi wadah untuk menambah hasanah wawasan keilmuan,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Dikes Kota Bima, Ahmad menjelaskan, Keperawatan Holistik merupakan metode terbaru untuk perawat, sehingga kegiatan sangat berguna. Kegiatan tersebut juga memberikan pencerahan, bahwa tidak hanya melihat kesehatan secara fisik tapi secara menyeluruh baik bio psiko sosial spiritual.

“Semangat dari teman – teman perawat senior seharusnya bisa lebih besar dari adik – adik yang masih duduk di bangku kuliah,” kritiknya.

*Bin

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *