DPPPA Terima 91 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Kota Bima, Kahaba.- Memasuki akhir triwulan ketiga tahun 2018, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bima menerima laporan aduan kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak.

Ilustrasi

Kepala DPPPA Kota Bima M Nor Madjid mengungkapkan, berdasarkan data pihaknya telah menerima 91 laporan pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Terdiri dari kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sebanyak 56 kasus, kekerasan terhadap anak 11 kasus dan  kekerasan perempuan sebanyak 24 kasus.

“Kasus kekerasan tersebut tersebar di 5 Kecamatan se-Kota Bima. Rata-rata korban yang melapor seperti orang tua, remaja maupun ada anak di bawah umur. Penyebab seperti permasalahan ekonomi, perselingkuhan hingga persoalan sepele,” ungkapnya, Kamis (4/10).

Untuk membantu penanganan terhadap pelapor tersebut, pihaknya selalu dibantu oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bima, Kepolisian dan P2TP2A. Tugas mereka melakukan pendampingan untuk membantu penguatan secara psikologis dan bisa bangkit kembali menjalani kehidupan sosial.

Nor mengungkapkan, sebagai leading sektor pemerintah daerah dalam melayani dan memberikan perlindungan terhadap hak perempuan dan anak. Pihaknya dengan segala upaya memberikan rasa aman dalam pemenuhan hak-haknya.

“Kami selalu siap menerima laporan masyarakat, memberikan perlindungan dengan pendampingan hingga permasalahannya tuntas,” tandasnya.

Ditambahkan Nor, memasuki masa 2 tahun dibentuknya DPPPA, pihaknya turut membantu pemerintah untuk menerbitkan Perda Perlindungan Anak, kemudian rencana aksi daerah.

Disamping itupula, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi tentang adanya Perda Perlindungan Anak ditiap kelurahan. Agar masyarakat dapat mengetahui, tentang aturan dan mekanisme dari perda tersebut.

*Kahaba-04 

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *