Reses di Jatibaru Timur, 3 Anggota Dewan ini Dikritik Warga

Kota Bima, Kahaba.- Dinamika reses anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota di Kelurahan Jatibaru Timur, Senin (15/10) diwarnai kritik warga. 3 orang anggota dewan yang sempat hadir dipertanyakan kinerja dan perhatiannya untuk pembangunan kelurahan setempat.

Reses Anggoat DPRD Kota Bima Dapil Asakota di Kelurahan Jatibaru Timur. Foto: Bin

Kritik atas kinerja mereka lebih awal disampaikan oleh Syarif. Menurut pemuda itu, di kelurahannya sejak dulu tidak ada kemajuan yang berarti. Baik itu dari infrastruktur, pendidikan, ekonomi, lebih – lebih di bidang pertanian dan masyarakat pembuat batu bata.

“Reses ini saya lihat hanya formalitas saja. Aspirasi masyarakat tidak ada yang masuk di Kelurahan Jatibaru Timur,” sorotnya.

Untuk itu, pada reses kali ini dirinya berharap para wakil rakyat untuk benar – benar merealisasikan aspirasi masyarakat. Seperti pemberdayaan ekonomi masyarakat, petaninya dibantu, warga yang usaha batu bata juga diperhatikan dengan serius.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Muhammad Syarif. Menurut dia, reses ini hanya digelar tiba masa tiba akal. Banyak kebutuhan masyarakat Kelurahan Jatibaru Timur yang tidak diperhatikan. Salah satu contoh, masih sangat banyak jalan yang tidak diaspal. Kemudian pagar kuburan yang hancur karena banjir tahun 2016 lalu belum juga diperbaiki.

“Jadi tolong lah, sisihkan dana aspirasi bapak dewan ini untuk pembangunan di kelurahan kami. Bapak – bapak juga ini punya suara dulu di kelurahan kami,” kritiknya.

Setali tiga uang, begitu pula diutarakan oleh Israfil, Ketua Karang Taruna Kelurahan Jatibaru Timur. Kata dia, reses ini hanya seremoni, tidak ada manfaatnya sama sekali. Sebab, saat reses sebelumnya juga yang disampaikan oleh warga tidak direalisasikan.

Bahkan dirinya menegaskan kepada warga yang hadir, untuk memilih saja calon legislatif yang ada di kelurahan sendiri. Agar segala keinginan bisa direaliasikan dengan cepat, tanpa menunggu lama.

Menjawab semua kritik itu, anggota DPRD Kota Bima M Nor lebih awal menyampaikan bahwa masyarakat merupakan pilar perencanaan kegiatan dan program pemerintah. Karena jika tidak melibatkan masyarakat, maka perencanaan itu dinilai tidak sempurna.

“Reses ini menjadi kontribusi nyata masyarakat terhadap perencanaan program pemerintah,” jelasnya.

Terkait kritik dari warga, Nor mengaku sebelum pemekaran Kelurahan Jatibaru dan Kelurahan Jatibaru Timur, sudah banyak program pemerintah yang masuk di Kelurahan Jatibaru. Program yang direalisasikan menjadi program prioritas dan sangat dibutuhkan warga. Sementara aspirasi yang belum diwujudkan, tetap akan diperjuangkan pada tahun anggaran berikutnya.

Terhadap usulan yang disampaikan warga kata duta PAN itu, tetap akan diperjuangkan. Termasuk soal aspal jalan, drainase dan pagar kuburan. Hanya saja, prosesnya nanti akan melewati pembahasan bersama dengan pemerintah eksekutif.

“Insya Allah semua aspirasi ini sudah kami tampung dan tetap akan diperjuangkan. Meski dalam setahun, tidak semua aspirasi ini dapat terealisasi,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *