Air Sumber Kehidupan, KAPAK Inisiasi Gerakan Selamatkan Mata Air

Kota Bima, Kahaba.- Merasa resah dengan kondisi alam yang sudah semakin tak bersahabat, terutama sumber mata air yang kian berkurang. Komunitas Pencinta Alam Kapenta (KAPAK) Bima menginisiasi Gerakan Selamatkan Mata Air (Geram), di Kelurahan Jatibaru Timur, Senin (24/12).

Foto bersama KAPAK, bersama Mapala Londa, Mapala Simple Muhammadiyah Bima, FK3I, Mahapeta STIE Bima, Rumah Singgah Pecinta Alam (Rosita) Bima, BKPH Maria Donggo Massa dan BKSDA. usai penanaman di sumber mata air. Foto: Bin

Acara selama 2 hari, mulai Minggu – Senin (23-24/12) itu digelar bersama Mapala Londa, Mapala Simple Muhammadiyah Bima, FK3I, Mahapeta STIE Bima, Rumah Singgah Pecinta Alam (Rosita) Bima, BKPH Maria Donggo Massa dan BKSDA.

Ketua KAPAK Bangkit menjelaskan, pada hari pertama kegiatan, pihaknya mengadakan camping bersama, diskusi tentang lingkungan dan perlindungan mata air. Hari kedua dilanjutkan dengan penanaman pohon beringin sebanyak 50 polybag dan sejumlah pohon lain sebanyak 150 polybag, di satu – satunya sumber mata air Oi Dadi Kelurahan Jatibaru Tmur.

“Mata Air Oi Dadi merupakan satu-satunya mata air yang tersisa. Tadi puluhan orang ikut serta dalam gerakan selamatkan mata air,” ujarnya.

Diakui Bangkit, sumber mata air di Kelurahan Jatibaru Timur dulu tidak terhitung. Tapi karena kondisi alam yang semakin rusak, maka sumber berkurang dan bahkan hilang. Padahal mata air di kelurahan tersebut penyuplai utama air di Kecamatan Asakota.

“Debet air di Oi Dadi sekarang sudah berkurang, meski saat kemarau tetap ada,” katanya.

Ia berharap, dari kegiatan tersebut, sejumlah pihak dan elemen lain bisa berpartisipasi untuk menjaga mata air. Tidak saja di Kelurahan Jatibaru Timur, tapi disemua tempat. Karena air merupakan sumber kehidupan bagi semua.

Ketua KAPAK Bangkit. Foto: Bin

Di tempat yang sama, Kepala BKPH Maria Donggo Masa Ahyar mengapresiasi aksi nyata yang dilakukan teman-teman KAPAK. Menurutnya, aksi ini adalah salah satu dari sekian banyak komunitas pemuda yang telah melakukan aksi kepedulian terhadap hutan dan di lingkungan yang di Kota Bima dan Kabupaten Bima.

“Dalam rangka melestarikan lingkungan, ini sangat luar biasa,” ucapnya.

Kata Ahyar, yang dilakukan KAPAK juga merupakan kesadaran nyata generasi muda untuk meminimalisir bencana banjir di Kota Bima. Sebab, mata air Oi Dadi merupakan salah satu spot mata air yang dilindung dan vital di Kelurahan Jatibaru Timur.

“Mata air Oi Dadi ada di hulu, yang juga menjadi bagian wilayah kelola HKN Ncai Kapenta,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan adanya penanaman ini, mata air bisa terjaga dengan baik. Kemudian kontinitas sumber mata airnya akan berlangsung lama. Karena mata air ini, salah satu manfaatnya untuk masyarakat kelurahan Jatibaru Timur.

“Bahkan informasi yang kami terima, dulu mata air ini dirasakan manfaatnya sampai ke kelurahan Melayu,” tuturnya.

Untuk itu, Ahyar mengajak kepada semua elemen untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan hutan. Yang telah dilakukan KAPAK bisa diikuti oleh semua pihak. Agar keberlangsungan hidup nanti bisa tetap terjaga dengan baik.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *