Dinas Pariwisata Gelar Kemah Edukasi Kepariwisataan dan Pembina Ekonomi Kreatif Remaja

Kabupaten Bima, Kahaba.- Dinas Pariwisata Kabupaten Bima menggelar Kemah Edukasi Kepariwisataan dan Pembina Ekonomi Kreatif Remaja di Obyek Wisata Oi Mombo, Kecamatan Wawo.

Tari Paju ditampilkan peserta pada acara Kemah Edukasi Kepariwisataan dan Pembina Ekonomi Kreatif Remaja. Foto: Deno

Kegiatan dimaksud dilaksanakan selama 2 hari, mulai tanggal 25-26 Desember dan diikuti pelajar SMA se-Kabupaten Bima dan seluruh Pokdarwis yang ada.

Di malam terakhir kemah edukasi tersebut, dinas terkait langsung mengadakan final penganugerahan hadiah lomba video kreatif rakyat dan lomba fotografi pariwisata, serta pemberian penghargaan terhadap jurnalis yang berkontribusi membantu promosi obyek wisata di Kabupaten Bima.

Kepala Dinas Pariwisata Dahlan Muhamad dalam sambutannya menyampaikan, Kemah Edukasi Kepariwisataan digelar sebagai salah satu langkah menyatukan persepsi generasi muda, untuk memajukan semua obyek wisata yang ada disetiap desa atau kecamatan.

Siswa SMA perwakilan tiap desa atau kecamatan hingga para Pokdarwis memberikan usulan dan saran hingga informasi tentang keberadaan obyek wisata yang ada di wilayah masing-masing. Agar obyek wisata tesebut akan diperhatikan dan dilestarikan.

Dijelaskannya, ada 3 hal pokok yang berkaitan dengan pariwisata, pertama adanya alam yang indah dan luar biasa, kedua kekhasan budaya dan adanya bentuk kreatifitas yang dibangun terlihat unik untuk memperindah obyek wisata yang ada.

“Melalui kemah edukasi ini, akan melahirkan sesuatu yang unik. Apa yang dimilki di Kabupaten Bima harus dipublikasikan dan dipromosikan lewat media sosial. Sehingga obyek wisata yang dimiliki bisa didatangi oleh wisatawan domestik ataupun wisatawan mancanegara,” paparnya.

Untuk itu, dirinya mengajak semua pihak untuk menjaga keindahan, kebersihan dan keamanan pada obyek wisata yang ada. Karena obyek tersebut merupakan aset yang harus dilestarikan. Keberadaannya juga akan menunjang kemajuan daerah, baik ekonomi maupun sejumlah sektor lain. Hanya saja, ada sedikit tantangan yang harus dihadapi yakni, sejumlah obyek wisata yang sudah banyak dikuasai masyarakat. Padahal, seharusnya wilayah obyek wisata harus resmi milik pemerintah.

Pada kesempatan itu, Dahlan juga menyampaikan ucapan terima kasih pada para pengikut lomba fotografer, jurnalis yang sudah memberikan foto obyek wisata terbaik, dan menulis lewat pemberitaan tentang wisata yang ada di Bima. Apa yang dilakukan itu sangat membantu pemerintah.

“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan memajukan Bima,” tambahnya.

*Kahaba-05

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *