Iin, Calon Superstar dari Bima NTB Untuk Indonesia

Kabupaten Bima, Kahaba.- Penampilan perdana Iin Bima di Liga Dangdut Indonesia (LIDA) ke-2 Tahun 2019 di Indoesiar memukau penonton. Terlebih untuk warga Bima yang sejak awal menanti remaja dengan nama lengkap Putry Nurfarohim itu berada di atas panggung megah.

IIn Bima saat tampil perdana di LIDA Indosiar. Foto: Ist

Single Makan Hati ciptaan Rita Sugiarto dibawakan dengan baik oleh Iin. Perempuan yang masih menempuh studi sebagai mahasiswi STIE Bima itu melenggak-lenggok indah dan berhasil mencuri perhatian para juri dan penonton.

Perjuangan Iin hingga mampu berada di atas panggung megah LIDA Indosiar tersebut, tidak mudah. Prosesnya penuh aral dan berliku. Namun berkat kesungguhan dan rasa percaya diri yang tinggi, Iin mampu melalui itu semua dengan baik.

Memang, setelah diumumkan secara resmi oleh Indosiar selaku penyelenggara ajang kompetisi dangdut tingkat nasional, Iin menjadi buah bibir. Pasalnya, ia menjadi salah satu dari 2 orang kontestan asal NTB yang berhasil tembus hingga ke tahap penyisihan nasional.

Istimewanya lagi, Iin dipercaya untuk tampil live mewakili Provinsi NTB bersama duta provinsi lainnya di Perayaan HUT Indosiar tanggal 11 Januari lalu.

Khusus di kalangan pencinta dangdut lokal Bima dan Dompu, nama Iin Bima memang sudah cukup familiar dengan profesinya sebagai penyanyi panggung. Jasanya selalu laris, baik dimanfaatkan oleh kalangan masyarakat umum maupun oleh pemerintah, kedinasan khusus maupun swasta.

Menurut cerita pelatih dan penata tim Iin R Efendy, Iin memulai karier dangdutnya pada awal tahun 2015. Saat itu ia masih bersatus sebagai pelajar di SMAN 1 Woha Kabupaten Bima. Ia merambah ke dunia tarik suara bukan tanpa alasan, faktor desakan kebutuhan ekonomi keluarga menjadi alasan utamanya pada saat itu.

“Hanya dengan bermodal nekat saja, tapi tanpa didasari modal skill dan pemahaman bernyanyi dangdut yang memadai, Ibunda Iin, Suhartati membawa anak semata wayangnya ke salah satu pemilik usaha jasa electon kenalannya di seputaran Tente,” katanya baru – baru ini.

Efen, sapaan akrabnya mengaku, Iin mulai saat itu dibina secara perlahan pemilik oleh Bintang Music Haris. Haris sendiri dikenal mampu mencetak banyak biduan pemula, dan membawanya untuk bernyanyi disetiap job electonnya.

Iin Bima

Baru beberapa bulan Iin menjalani profesinya sebagai penyanyi pemula sambungnya, perempuan asal Desa Rabakodo Kecamatan Woha Kabupaten Bima itu tak menyia – nyiakan kesempatan untuk mengikuti audisi perdana ajang kontes dangdut nasional yaitu Audisi Special Hunt Dangdut Academy 3 Indosiar, di Villa Kosambo.

Karena mungkin pengalaman pertama, tahap audisi awal tersebut tidak mampu dilalui oleh Iin. Ia gagal, meskipun telah mencoba juga untuk ikut audisi wilayah di Jakarta bersama teman-teman senior lainnya.

“Pada Audisi Dangdut Academy 4 yang juga digelar di tempat yang sama, Iin yang merupakan juga mencoba untuk ikut audisi, tapi rejeki belum berpihak,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, Iin tak patah arang. Ia terus mengasah kemampuannya dan mengais rejeki menyanyi dari panggung ke panggung. Iin sebagai sebagai tulang punggung keluarga pun melakoninya dengan rasa bahagia. Karena dirinya harus berpikir, bagaimana bisa terus membiayai kebutuhan hidup keluarga dan menuntaskan pendidikannya.

Iin juga tidak berhenti untuk terus belajar meningkatkan kulitas vocalnya. Prosesnya ia jalani baik dari panggung, kemudian berlanjut dengan bergabung dalam kegiatan pembinaan yang diselenggarakan oleh LPS-PBAN Bima. Organisasi pendidikan khusus bagi calon peserta audisi dangdut yang bernama Delegasi Dangdut Bima (DDB) dan giat berlatih di Villa Kosambo.

Pada Audisi Liga Dangdut Indonesia 2017 yang pertama, Iin banyak mendapatkan pengalaman berharga. Mulai dari ilmu yang menurutnya masih asing, bahkan dibekali dengan berbagai wawasan dan pemahaman yang bersifat entertaint oleh para mentornya.

Kemudian sambung Efen, berangkat dari modal ilmu yang telah diserap, Iin berangkat ke Kota Mataram untuk mengikuti rangkaian proses audisi Liga Dangdut bersama rombongan Delegasi Dangdut Bima. Hasilnya sangat mengembirakan, Iin berhasil meraih prestasi pertamanya yaitu masuk ke posisi Top 15 se-NTB. Hanya saja gagal lolos ke tahap kompetisi nasional.

“Pengalaman itu kita simpulkan betapa luar biasanya perjuangan Iin Bima untuk menaikkan kariernya menjadi penyanyi dangdut dan bisa tampil di layar kaca serta ditonton oleh jutaan pasang mata,” tuturnya.

Efen juga mengisahkan, Iin tumbuh besar tanpa kasih sayang seorang ayah. Sejak dalam kandungan Iin ditinggal pergi ayahnya untuk merantau ke Negeri Jiran Malaysia. Tidak lain, kepergian sag ayah semata – mata untuk mengais rejeki, untuk kehidupan yang lebih bagi Iin dan ibunya.

Hingga Iin beranjak remaja, berbagai cara dilakukan oleh Iin dan Ibunya untuk bisa mendapatkan informasi terkait keberadaan dan nasib sang ayah di perantauan. Ibarat pungguk merindukan bulan, keinginan itu tak pernah terkabulkan.

Dengan keberhasilannya lolos di Liga Dangdut Indonesia Ke-2 utusan Delegasi Dangdut Bima mewakili daerah kelahirannya, tentu akan menjadi asa yang terang bagi Iin dan ibunya untuk bisa mengembalikan Sang Ayah yang tertawan oleh waktu yang begitu lama.

Mewakili Iin juga, Efen berharap semoga dengan tampilnya Iin di TV dalam acara HUT Indosiar dan Kontes LIDA, ada sang ayah yang menonton dari jauh. Melihat malaikat kecilnya yang telah tumbuh dewasa dan cantik, sedang menghibur jutaan pasang mata dengan lantunan suara merdu.

Dari penampilan perdana yang sudah dijalani Iin, Efen juga sangat berharap semua dukungan masyarakat Bima dan NTB. Lebih khusus warga Bima yang ada di daerah, maupun yang tersebar di seluruh Indonesia untuk memberikan dukungan dan doa bagi Iin. Karena Iin merupakan aset daerah yang harus terus didukung langkah dan mimpinya membawa nama baik darah di pentas nasional.

Sementara itu, Dosen STIE Bima Ismunandar mewakili kampus tempat Iin sedang menyelesaikan studinya sangat bangga melihat mahasiswi seperti Iin yang berprestasi. Kata dia, di kampus Iin tidak hanya pintar bernyanyi, tapi juga atlet andalan Voli STIE Bima.

“Iin memang anaknya multitalent. Ia smart dan menonjol di kampus,” pujinya.

Mewakili kampus, Ismunandar menegaskan jika STIE Bima mendukung penuh langkah Iin sekarang berada di atas panggung LIDA. Dirinya berharap, Iin bisa menyelesaikannya dengan baik dan keluar sebagai pemenang.

“Kami di kampus juga terus mengajak seluruh civitas akademika untuk tidak berhenti mendukung Iin,” tambahnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *