Dilantik, Komisioner KPU Kabupaten Bima Mulai Bertugas

Kabupaten Bima, Kahaba.- Skuad baru KPU Kabupaten Bima periode 2019-2024 dilantik Ketua KPU RI Arief Budiman. Proses pelantikan 5 komisioner itu berlangsung di Hotel Le Meridien Jakarta, Rabu (20/2) sore, bersamaan dengan sejumlah Anggota KPU Provinsi dan kabupaten-kota di Indonesia.

Komisioner KPU Koabupaten Bima usai pelantikan. Foto: Ist

Komposisi Komisioner baru KPU Kabupaten Bima yang dilantik yakni Yudin Chandra Nan Arif, Imran, Ady Supriadin, Imanuddin dan Wahyudinsyah. Dari kelima komisioner ini, hanya Yudin komisioner lama yang kembali menjabat. Dari hasil pleno, terpilih Imran menjadi Ketua KPU Kabupaten Bima.

Imran berharap, komisioner baru mampu menjaga kekompakan untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas. Apalagi saat ini sudah memasuki tahapan pemilu yang krusial dan tinggal sebentar lagi menuju pemungutan suara.

“Kekompakan komisioner dan jajaran sekretariat merupakan modal utama untuk menyukseskan agenda besar yang menunggu. Alhamdulillah kami sudah berkomitmen bersama,” ujar Imran melalui siaran pers yang disampaikan Devisi SDM dan Sosialisasi.

Imran juga menyinggung arahan dari Ketua KPU RI Arief Budiman yang menekankan agar Komisioner KPU provinsi dan kabupaten kota menjalankan amanah dengan baik, bekerja secara transparan, bekerja penuh integritas dan mematuhi semua regulasi.

Sebelum pelantikan, Komisioner KPU provinsi, KPU kota kabupaten serta Sekretaris KPU juga diberikan orientasi tentang tugas dan wewenang oleh Ketua KPU RI, dan Komisioner KPU RI lainnya. Orientasi tugas dilanjutkan setelah pelantikan yang diisi Ketua Bawaslu RI, Ketua DKPP dan sejumlah pakar kepemiluan.

Rencananya kegiatan ini akan berlangsung hingga 24 Februari mendatang. Setelah itu masing-masing akan kembali ke daerah untuk langsung bertugas.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *