Jelang Ramadan, Bagian Ekonomi Rakor Pengendalian Inflasi

Kota Bima, Kahaba.- Jelang bulan suci Ramadan tahun 2019, Bagian Ekonomi Setda Kota Bima menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Badan Pusat Statistik (BPS), perwakilan Bulog dan juga Bank Indonesia (BI), di aula Kantor Walikota Bima, Selasa (30/4),

Rakor Pengendalian Inflasi oleh Bagian Ekonomi. Foto: Eric

Walikota Bima HM Lutfi dalam sambutannya menyampaikan, angka inflasi merupakan salah satu indikator penting yang dapat memberikan informasi, tentang dinamika perkembangan harga barang yang dikonsumsi masyarakat.

“Kita tahu perkembangan harga barang berdampak langsung terhadap tingkat daya beli, dan biaya hidup masyarakat. Maka kami berharap stakeholder, untuk terus memantau perkembangan harga barang menjelang bulan Ramadhan,” ujarnya.

Mantan Anggota DPR RI tersebut mengungkapkan, maka untuk mempermudah untuk memantau perkembangan harga barang dan jasa. Oleh pemerintah pusat menginisiatif membentuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) secara nasional sejak tahun 2008, dengan melibatkan berbagai kalangan dari setiap daerah.

“Saat ini telah terbentuk 93 TPID dari 33 Provinsi, yang mencerminkan semakin tingginya kesadaran daerah terhadap implikasi inflasi bagi kegiatan pembangunan, serta untuk kesehjahteraan masyarakat,” bebernya.

Dengan rakor ini tersebut, maka pemerintah daerah memiliki tugas dan peran untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga menjelang bulan suci ramadhan, yang akan dimulai awal Mei ini. Maka peran TPID untuk melakukan komunikasi dan koordinasi yang secara intens, untuk mengatasi kenaikan harga yang melonjak.

“Alhamdulillah sejauh ini komunikasi dan koordinasi dengan TPID, BPS dan pihak perbankan berjalan dengan baik. Sehingga melalui rakor ini, kita dapat berdiskusi untuk mengidentifikasi masalah, dan menemukan solusinya. Semuanya demi kemaslahatan dan kesehjahteraan masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu ditempat terpisah Kabag Ekonomi A Haris menambahkan, pihaknya akan bekerja dengan maksimal untuk terus melakukan monitoring, dengan memantau secara langsung perkembangan harga barang dibeberapa titik. Guna menekan melonjaknya nilai dan harga barang, pada pelaksanaan ibadah puasa nanti.

“Kami akan terus memantau dan monitoring, dan melaporkan setiap perkembangan harga barang dilapangan. Baik sejak awal ibadah puasa, hingga menjelang idul fitri bulan Juni mendatang,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *