Pasar Ramadan Membantu Masyarakat, Kenapa Ditiadakan

Kota Bima, Kahaba.- Ditiadakannya aktivitas Pasar Ramadan oleh Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Koperindag mendapat sorotan dari wakil rakyat. Tidak adanya pasar tersebut di bulan saum, tentu akan berdampak langsung pada masyarakat yang membutuhkannya. (Baca. Tahun ini Tidak Ada Pasar Ramadan di Kota Bima)

Pimpinan DPRD Kota Bima Sudirman DJ. Foto: Bin

Wakil Ketua DPRD Kota Bima Sudirman DJ menyayangkan tidak adanya Pasar Ramadan tahun 2019, padahal pasar itu tetap ada setiap tahun.

“Mestinya harus ada pasar itu, mengingat postur anggarannya juga tidak terlalu besar,” ujarnya, Jumat (3/5).

Duta Partai Gerindra itu menjelaskan, setahunya anggaran untuk kegiatan Pasar Ramadan itu pernah dibahas di lembaga dewan. Bahkan pernah duduk bersama Walikota Bima HM Lutfi di luar kegiatan resmi, membicarakan momen agenda rutin di bulan puasa terutama lokasi yang cocok digelarnya kegiatan itu.

“Dari diskusi tersebut, kami dapat membaca bahwa pihak eksekutif telah programkan oleh dinas terkait, hanya tinggal pelaksanaannya saja,” katanya.

Seharusnya menurut Sudirman, ada kelihaian dinas terkait untuk melaksanakan pasar itu. Jika memang sudah tahu anggaran tidak ada, secepatnya berkoordinasi dengan unsur pimpinan daerah termasuk Sekda. Guna membicarakan pelaksanaannya.

“Sejak jaman Alm Nur A Latif sampai tahun lalu, Pasar Ramadan rutin digelar. Jadi, seharusnya ini dipertahankan, dan tetap diselenggarakan setiap tahun,” sarannya.

Ia menegaskan, dari Pasar Ramadan tentu akan sangat membantu masyarakat, terutama para pedagang UMKM yang setiap tahun mencari rejeki tambahan agar dapur terus mengepul.

Untuk itu, ia berharap semoga Pemerintah Kota Bima dapat mencari solusi bersama OPD terkait agar mengupayakan Pasar Ramadan digelar dulu. Karena anggarannya bisa diajukan saat APBD Perubahan 2019 nanti.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *