Ini Desa di Kabupaten Bima Yang Dapat Bantuan Bedah Rumah

Kabupaten Bima, Kahaba.- 8 kecamatan di Kabupaten Bima akan mendapatkan bantuan bedah rumah. kecamatan itu masing – masing Kecamatan Bolo, Madapangga, Donggo, Sape, Langgugu, Sanggar dan Lambu.

Sekretaris Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Bima Taufik. Foto: Yadien

Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan  Pemukiman (Perkim) Kabupaten Bima Taufik mengaku, tahun ini ada 3 jenis bantuan bedah rumah, yakni bantuan bedah rumah yang bersumber dari APBN yang dikenal sebagai BSPS dan bersumber dari APBD yang dibagi dalam 2 kelompok, DAK dan DAU.

“Masing-masing program itu memikiki anggaran yang berbeda-beda,” ujarnya, Jumat (24/5).

Ia memaparkan, desa yang mendapat bantuan BSPS yakni Desa Sondosia Kecamatan Bolo, Desa Rade dan Tonda Kecamatan Madapangga serta Desa Mpili Donggo. Masing-masing desa tidak mendapatkan bantuan yang sama. Mulai 33 sampai 35 unit rumah.

Kemudian yang mendapat bantuan dari DAK sambungnya, Desa Kawuwu Kecamatan Langgudu, Desa Parangina dan Buncu Kecamatan Sape serta Desa Kara Kecamatan Bolo.

“Sementara yang mendapat bantuan dari DAU yaitu Desa Sandue Kecamatan Sanggar, Desa Nae Kecamatan Sape, Desa Rato Kecamatan Lambu dan Desa Rompo Kecamatan Langgudu,” sebutnya.

Untuk bantuan bedah rumah yang bersumber dari DAK maupun DAU, masing masing desa ada yang mendapat 2 hingga 25 unit rumah.

Ia menjelaskan, banyak dan sedikitnya pada sejumlah desa dipengaruhi oleh data yang pihaknya dapat dan kelola. Dari data tersebut diketahui jumlah rumah yang layak diberi bantuan.

“Kami punya data. Kami juga melakukan survei,” jelasnya.

Seluruh program tersebut saat ini masih dalam proses persiapan. Rencananya, bulan Juni akan mulai dikerjakan.

“Semoga lancar. Rencananya Juni mulai dikerjakan,” harapnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *