Persiapan GBIP Tingkat NTB, Kominfo Gelar Rakor

Kota Bima, Kahaba.- Untuk memaksimalkan persiapan Gebyar Gerakan Bersama Layanan Dasar dan Desa/Kelurahan menuju Benderang Informasi Publik (GBID) tingkat Provinsi NTB, Dinas Kumunikasi dan Informatika (Kominfo) menghadiri dapat koordinasi (Rakor) bersama Komisi Informasi (KI) NTB di ruang kerja asisten I Setda Kota Bima, Selasa (10/9).

Sekretaris Dinas Kominfo Kota Bima Ahmadin. Foto: Eric

Kegiatan yang dipimpin asisten I H Supratman dihadiri seluruh jajaran KI NTB dan jajaran Kominfo Kota Bima, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan kebudayaan.

Sekretaris Dinas Kominfo Kota Bima Ahmadin mengaku, rakor tersebut dalam rangka persiapan pelaksanaan Gebyar Gerakan Bersama Layanan Dasar dan Desa/Kelurahan Menuju Benderang Informasi Publik 2019 yang dihelat di Mataram tanggal 24 September 2019.

“Kegiatan Gebyar GBIP ini bertujuan untuk penguatan program PPID layanan dasar. Terutama pada bidang kesehatan dan pendidikan. Untuk itu kegiatan ini akan melibatkan seluruh puskemas dan sekolah setingkat SMA/SMK,” ujarnya.

Diakui Ahmadin, pelaksanaan kegiatan ini sesuai amanat UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang informasi publik. Dengan tujuan untuk memastikan keikutsertaan sekolah dan seluruh puskesmas, desa atau kelurahan, PPID utama Kota Bima yaitu Kominfo.

“Acara ini juga akan dihadiri oleh seluruh perwakilan dari kabupaten dan kota. Diperkirakan ada sebanyak 1.500 peserta,” katanya.

Untuk persiapan dari Kota Bima, pihaknya memulai dengan menggelar rakor dengan dua dinas terkait. Termasuk berencana membawa satu grup sanggar pentas seni yang akan ditampilkan di acara tersebut.

Melalui pentas seni nanti akan disampaikan pesan dan ungkapkan mengenai bagaimana pelaksanaan informasi publik, seperti digambarkan dalam sebuah cerita yang dipentas.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *