Wawali Turun ke Lokasi Bentrok Warga Penatoi-Penaraga

Kota Bima, Kahaba.- Bentrok kelompok pemuda Kelurahan Penaraga dan Penatoi, Minggu (20/10) malam sekitar pukul 20.30 Wita jelas meresahkan masyarakat setempat. Pemerintah pun hadir bersama aparat untuk menghentikan bentrok dimaksud. (Baca. Kelompok Pemuda Penatoi dan Penaraga Bentrok)

Wawali Bima saat turun ke lokasi bentrok warga. Foto: Ist

Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan bersama aparat saat bentrok terjadi langsung terjun lapangan, meninjau lokasi bentrok di sekitar jalan Soekarno Hatta, tepatnya di jembatan perbatasan kedua kelurahan.

Kabag Humas dan Protokoler Setda Kota Bima H Abdul Malik menyampaikan, saat tiba di lokasi Wakil Walikota Feri Sofiyan mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Karena masyarakat yang seharusnya bisa beraktifitas dan beristirahat justru terganggu dengan ulah kelompok kedua warga.

“Wakil Walikota Bima bersama Pak Dandim mengimbau warga untuk tetap tenang dan jangan mudah terprovakasi oleh isu yang tidak jelas,” ujarnya.

Kata Malik, bentrok itu tentu mendapat perhatian pemerintah daerah dan juga aparat keamanan. Oleh karena itu, masyarakat kedua kelurahan diminta tetap menjaga kamtibmas, dan menyerahkan pihak keamanan yang akan bekerja.

“Serahkan kepada penegak hukum untuk mencari siapa oknum yang bertanggungjawab dan provokator bentrok,” katanya.

Ia menambahkan, atas insiden itu  Wakil Walikota Bima juga meminta kepada warga kelurahan Penatoi dan Penaraga untuk tetap tenang dan menjaga situasi damai.

Pemerintah juga menyayangkan beredarnya foto korban warga yang terkena panah, padahal itu merupakan hoax dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena saat mengecek di RSUD Bima dan Rumah Sakit dr Agung, tidak ada warga yang menjadi korban anak panah.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *