Status Siaga Corona, UN Ditiadakan dan Libur Sekolah Diperpanjang

Kota Bima, Kahaba.- Dengan status siaga darurat bencana non alam corona disease (Covid-19) yang diperpanjang sampai dengan 31 Agustus mendatang, akhirnya Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) melakukan berbagai langkah pencegahan agar penyebaran virus tersebut tidak meluas.

Kepala Dikbud Kota Bima H Syamsuddin. Foto: Bin

“Khusus di kalangan lembaga pendidikan, Dinas Dikbud Kota Bima akhirnya memberikan keputusan bahwa di tahun 2020 ini, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) ditiadakan dan masa waktu belajar mandiri (libur sekolah) diperpanjang sampai tanggal 13 April bulan depan,” ujar Kadis Dikbud Kota Bima H Syamsuddin Jum’at (27/3).

Syamsuddin menuturkan, dengan dibatalkannya pelaksanaan UN tahun 2020. Maka keikutsertaan UN tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kemudian proses penyetaraan bagi lulusan program Paket A, Paket B dan Paket C akan ditentukan kemudian.

“Untuk penyetaraan nanti akan diinformasikan lebih lanjut, sembari menunggu keputusan pemerintah pusat,” katanya.

Mantan Kepala Bappeda itu menjelaskan, terkait perihal penambahan waktu belajar mandiri (libur sekolah) bagi pelajar. Pihaknya tetap menginstruksikan seluruh lembaga pendidikan beserta guru, untuk terus memantau aktifitas belajar siswa didik. Ini bisa dilakukan melalui metode sistem internet, serta menggunakan aplikasi komunikasi seperti whatsapp (WA).

“Kami ingin siswa tetap belajar dengan tekun, agar jangan sampai ketinggalan mata pelajaran di sekolah. Kemudian juga kepada guru, untuk memberikan tugas kepada siswa. Sehingga kondisi belajar tetap aktif, meskipun berada di rumah masing-masing,” imbuhnya.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Dou Mbojo

    Assalamualaikum……
    Mohon kepada dinas dikbud kota bima melalui bidang dikdas agar memeriksa WA para wali klas, karena tidak semua guru menerapkan belajar secara daring. Contohnya di sekolah tempat anak saya wali klas/guru tidak pernah memberikan tugas/PR untuk dikerjakan oleh siswa. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *