oleh

Jalaluddin Foundation Gelar Webinar, Bahas Digital Creative Indutry Project dan 3D Animation Processing in Indonesia

Kota Bima, Kahaba.- Untuk mempelajari situasi dan kondisi pendidikan, industri kreatif digital dan animasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bima khusunya, Jalaluddin Faundation bekerjasama dengan Aikom Ternate menggelar kegiatan web seminar (webinar), untuk membahas Profesionalisme Bidang Industri Kreatif, Animasi dan Desain dalam “Digital Creative Indutry Project dan 3D Animation Processing in Indonesia.

Webinar yang dihelat Jalaluddin Foundation. Foto: Ist

Kegiatan yang digelar Minggu (31/2) tersebut, diikuti peserta yang terdiri dari tenaga pendidik lingkup SMA, SMK, dosen dan umum dengan total sebanyak 91 orang yang mendaftar.

Narasumber Rahmatullah perwakilan dari Jalaluddin Foundation menyampaikan, kegiatan tersebut sangat diharapkan memberikan respon positif serta antusiasme untuk para peserta yang mengikuti webinar.

“Sasaran dari kegiatan ini ialah pengembangan bidang pendidikan, industri kreatif digital dan animasi,” ujarnya.

Rahmatullah mengungkapkan, rasa optimisme realisasi dari tujuan pelaksanaan webinar dapat tercapai karena adanya beberapa narasumber yang berkompoten bersedia untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Seperti Mochamad Reza Saptono yang merupakan dosen di Universitas Brawijaya yang saat ini menjadi praktisi fotografi dan desain di Victoria Regional Australia.

“Beliau memberikan materi tentang perkembangan industri kreatif yang berkembang sangat pesat, sehingga dituntut untuk lebih inovatif lagi agar menghasilkan karya yang berkualitas. Bahkan turut memberikan informasi tentang proyek desain dan animasi yang pernah dibuatnya, seperti video profile museum situs semedo,” jelasnya.

Sementara itu, pada sesi berikutnya disampaikan narasumber lain yaitu Abdul Haris Rustaman yang menyampaikan tentang perkembangan animasi 3D, serta potensi kearifan cerita lokal Indonesia. Dosen dari Universitas Trilogi ini juga menampilkan salah satu film animasi yang pernah dibuatnya yaitu “Animasi 3D Legenda Wadu Ntanda Rahi” diangkat dari novel karangan Ruslan Muhammad.

“Dari penyampaian ini banyak sekali cerita rakyat yang dapat diangkat menjadi film animasi, yang tentu memiliki nilai positif karena cerita daerah memiliki pesan moral yang dapat diteladani generasi saat ini yang tergerus oleh zaman,” bebernya.

Rahmatullah menambahkan, dengan adanya webinar tersebut dia mengajak peserta untuk bisa membuat sebuah karya animasi, yaitu memulainya dengan bergabung dengan komunitas-komunitas animasi. Salah satunya adanya pembukaan kelas online animasi lewat telegram grup http://bit.ly/Course3DAnimate.

Webinar itu juga menghadirkan narasumber lain seperti dari Akademi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate Subhan, Akil Thalib dan Ifran Umar dengan memberikan materi pelengkap dalam webinar tentang rules of animation, bagaima proses dasar perancangan animasi yaitu mulai dari pemahaman pra produksi, produksi dan pasca produksi.

Serta menampilkan karya-karya animasi yang luar biasa tentang cerita rakyat dari Indonesia Timur seperti legenda galela, burung guheba dan pulau maitra. Hal ini menambah khazanah bahwa local wisdom Indonesia sendiri cukup banyak. Maka inilah yang menjadi potensi pengembangan cerita cerita lainnya yang dapat kita digitalisasikan menjadi Film Animasi 3D.

*Kahaba-04

Komentar

Kabar Terbaru