oleh

Ayam Karkas Ilegal Gencar Masuk, Sipegas Koordinasi dengan Pol PP

Kota Bima, Kahaba.- Gencarnya ayam karkas atau ayam beku jenis broiler dan Ayam Kampung Super (AKS) masuk di Kota Bima, menjadi atensi khusus Asosiasi Pengusaha Unggas (Sipegas) Kota Bima. Sebab, sangat merugikan para peternak unggas.

Ayam Karkas Ilegal Gencar Masuk, Sipegas Koordinasi dengan Pol PP
Pengurus Sipegas Kota Bima saat bersilahturahmi dengan Kepala Dinas Pol PP Kota Bima. Foto: Bin

Selama ini diketahui ayam karkas tanpa mengantongi izin dan tanpa label resmi acapkali diselundupkan masuk di Kota Bima. Padahal, praktek yang menyalahi ketentuan itu sangat mengganggu pasar peternak.

Guna menghentikan permainan nakal sejumlah oknum tersebut, Sipegas mendatangi Kantor Dinas Pol PP Kota Bima, Kamis (16/9) agar bisa menjadi atensi serius dinas terkait dan peternak tidak terus dirugikan.

Ketua Sipegas Kota Bima Ending Suryawan di depan Kasat Pol PP Kota Bima M Nur A Madjid menjelaskan, Dinas Pertanian Kota Bima sudah cukup selektif mengeluarkan rekomendasi masuknya ayam karkas. Apalagi, jika sudah panen raya, maka rekomendasi tersebut pasti tidak diterbitkan.

“Namun faktanya, ayam karkas setiap saat tetap masuk dengan cara diselundupkan dengan berbagai cara, termasuk pakai mobil box yang mengangkut produk lain,” ungkap Ending.

Jika ayam karkas sudah masuk secara liar dan tindakan ini tidak pernah diawasi secara langsung oleh instansi terkait seperti Dinas Pol PP, maka tidak akan pernah menyelesaikan masalah klasik yang sering dihadapi peternak setiap tahun.

“Ayam karkas masif masuk dengan bobot besar dan harga murah. Padahal masyarakat tidak tahu apakah ayam ini halal atau tidak. Pun sering tidak memiliki label,” terangnya.

Maka terhadap masalah ini, mewakili para peternak di Kota Bima dirinya berharap Dinas Pol PP serius melakukan pengawasan dan menindak tegas oknum – oknum yang bermain terhadap masuknya ayam karkas tanpa izin tersebut di Kota Bima.

“Besar harapan kami Pak Kadis, karena ini serius. Pol PP sebagai aparatur yang menegakan Perda bisa menindaknya,” harap pria gondrong itu.

Menjawab keluhan itu, Nor A Majid mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan aparat. Supaya keresahan yang menyebabkan kerugian para peternak ini bisa berakhir.

“Pasti, pasti itu, kami akan tindaklanjuti. Tapi kalau bisa, Sipegas juga kabarkan secepatnya kepada kami kapan dan dimana ayam karkas itu masuk, biar kita turun bersama,” katanya.

Yang diketahuinya sambung Nur, masuknya ayam karkas ilegal ini tentu sangat menganggu pasar peternak unggas di daerah. Dirinya pun sejak dulu sudah mengidentifikasi siapa saja oknum yang bermain tersebut, hanya saja belum ada bukti – bukti yang cukup untuk ditindak.

“Makanya terhadap masalah ini, butuh kerjasama lintas sektor dan Sipegas juga, biar secepatnya diselesaikan,” pungkas Nur.

*Kahaba-01

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru