Kabar Bima

LMND Desak Polisi Usut Kasus Penganiayaan oleh Pol PP

324
×

LMND Desak Polisi Usut Kasus Penganiayaan oleh Pol PP

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan kader Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) yang tergabung dalam Front Gerakan Mahasiswa dan Rakyat Anti Korupsi menggelar aksi depan kantor Polres Bima Kota, Kamis (15/12).

LMND Desak Polisi Usut Kasus Penganiayaan oleh Pol PP - Kabar Harian Bima
LMND saat menggelar aksi di depan Kantor Polres Bima Kota. Foto: Deno

Massa mendesak Polres Bima Kota serius menangani kasus dan mengusut tuntas kasus penganiayaan kader LMND yang dilakukan oleh Polisi Pamong Praja saat aksi memperingati Hari Anti Korupsi pekan lalu.

LMND Desak Polisi Usut Kasus Penganiayaan oleh Pol PP - Kabar Harian Bima

Koordinasi Lapangan Suparman dalam orasi mendesak Kapolres Bima Kota segera mengambil tindakan dan menyeret para pelaku yang melakukan tindakan premanisme tersebut.

“Tindakan represif yang dilakukan Pol PP merupakan tindakan yang tidak terpuji dan mencoreng nilai demokrasi,” tegasnya.

Menurut Suparman, menyampaikan aspirasi didepan umum diatur oleh Undang-Undang. Namun Pol PP justeru bertindak dengan beringas dan menghajar semua massa aksi dengan kayu.

“Hukum harus ditegakkan. Aparat jangan menutup mata ketika ada tindakan premanisme yang dilakukan perangkat pemerintah daerah terhadap para mahasiswa,” sorotnya.

Ketua LMND Kota Bima Azwar Anas dalam orasinya menyampaikan jika aksi tersebut digelar secara serentak mulai dari Sabang sampai Merauke. Guna meminta pertanggungjawaban pemerintah terkait tindakan premanisme yang dilakukan oleh Sat Pol PP Kota Bima.

“Walikota Bima harus bertanggungjawab dengan kasus penganiayaan ini,” tegasnya.

Selain meminta Walikota Bima bertanggung jawab terkait masalah itu, mereka aksi juga meminta agar persoalan lain yang berada di Lingkup Pemetintah Kota Bima harus segera diselesaikan.

“Persoalan lain yang harus diselesaikan adalah tambang marmer yang diduga telah menggunakan anggaran APBD. Penimbunan pantai Amahami, dan mengusut tuntas pembangunan Masjid Terapung yang diduga proyek yang salah sasaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakapolres Bima Kota Kompol I Made Wiranata saat menemui massa aksi berjanji akan mengusut kasus penganiayaan tersebut. Tapi, pihaknya meminta untuk menyelesaikannya.

“Kasus ini baru tiga hari dilaporkan. Kami tetap serius tangani,” janjinya.

*Kahaba-05