Pemkot Gelar Dialog Kembangkitan Budaya Bima

Kota Bima, Kahaba.- Bertempat di aula kantor Walikota Bima, Kamis (30/5) Pemerintah Kota (pemkot) Bima melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar acara dialog budaya dengan tema Peran Budaya Bima Dalam Perubahan Sosial Masyarakat. Dialog ini diadakan untuk mengembangkan dan membangkitkan serta melestarikan kembali budaya bima yang dinilai mulai memudar diera modern dengan kemajuan tehnologi saat ini.

Dewan Kesenian Kota Bima dikukuhkan

Dewan Kesenian Kota Bima dikukuhkan

Kegiatan yang menghadirkan tiga narasumber dibidang kebudayaan yaitu, Drs. H Hasaniddi Wahid, Dr. Amran Amir dan H. Abubakar Daeng Manasa dihadiri oleh 40 orang peserta yang merupakan warga Kota Bima dari berbagai latar belakang.

Acara secara resmi dibuka oleh Walikota Bima, HM Qurais H Abidin sekaligus mengukuhkan Dewan Kesenian Kota Bima ditandai dengan pengalungan selendang kepada Husain Laodet ST sebagai ketua dan Sandi Wahab sebagai Sekretaris.

Walikota HM Qurais H Abidin dalam sambutannya mengukapkan keperihatinannya terhadap budaya bima saat ini. Dikatakannya, sepertinya budaya lokal sudah tidak lagi menjadi perhatian dari masyarakat dan cenderung dilupakan. Padahal kata dia, budaya bima mengandung banyak kearifan lokal dan makna kehidupan di dalamnya, sebagaimana kehidupan masyarakat Bima yang begitu kental dengan tatakrama ketimurannya serta sopan santun.

Walikota juga berharap kepada seluruh warga Kota Bima untuk kembali membangun mebudayakan budaya bersih, baik itu besih diri dan bersih lingkungan. “Siapa lagi yang dapat mengembalikan dan melestarikan budaya Bima, kalau bukan kita. Tentunya ini adalah kewajiban seluruh masyarakat Bima,” ujarnya.

Kadis Pariwisata dan Kebudyaan Drs H Sukri Msi dalam penyampaiannya mengatakan, pengembangan budaya bima yang saat ini sudah mulai pudar. Budaya Rimpu mbojo, sopan santun, dan tatakrama diharapkannya dapat senantiasa dilestarikan. Kegiatan dialog itu diharapkannya menjadi salah satu momentum kebangkitan budaya lokal Bima.

Tentunya bersama seluruh elemen terkait, pengembangan dan pelestarian budaya sebagai warisan sejarah dapat terus dilakukan. Apalagi dengan hadirnya Dewan Kesenian Kota Bima yang diharapkan dapat mengolah dan mengembangkan budaya Bima agar kembali menjadi nilai tambah bagi pengembangan pariwisata kota kedepannya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *