Bantuan ‘Meleset’, Kelompok Pandai Besi Geram

Kota Bima, Kahaba.- Menyerahkan bantuan dengan salah sasaran, tentu akan menimbulkan reaksi. Terutama bagi warga yang memang berhak untuk menerimanya. Seperti yang dialami oleh Junaidin (43), salah satu Ketua kelompok pandai besi warga RT 10 RW 05 Lingkungan Nggaralo Kelurahan Penanae. Dirinya yang mesti mendapat bantuan, justru diberikan kepada orang yang tidak berhak terima atau tidak masuk dalam kelompok pandai besi.

Ilustrasi

Ilustrasi

Junaidin mengeluhkan dan memprotes tindakan Dinas Koperindag Kota Bima yang menyerahkan bantuan peralatan untuk kelompok pandai besi dan tak tepat sasaran tersebut. Saat pembagian beberapa hari yang lalu, Dinas justru memberikan bantuan peralatan itu pada kelompok lain serta pada individu yang berprofesi lain. “Inikan aneh, bantuan justru diberikan kepada orang yang bukan bekerja sebagai pandai besi,” cetusnya.
Ia mengungkapkan, peralatan pandai besi justru diberikan kepada warga yang sehari – hari menjual makanan ringan dan memiliki kios. Kemudian lagi, diserahkan kepada warga yang kerjaannya sebagai penggali pasir, serta warga yang tidak masuk dalam kelompok pandai besi.

Kata dia, yang disebutkannya itu telah menerima bantuan peralatan pandai besi seperti blower, gerinda, dan sejenisnya. “Kami yang memiliki kelompok dan punya anggota yang sehari-hari bekerja sebagai pandai besi, justru tidak dapat bantuan,” sorotnya.

Junaidin mengaku, ia dan kelompoknya sudah berkali-kali menyampaikan permohonan untuk mendapatkan bantuan alat tersebut. Hasilnya, belum juga terealisasi. “Kami berharap, pemerintah lebih teliti melihat kondisi masyarakat, mana yang sebenarnya membutuhkan dan mana tidak,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperindag melalui sekretaris nya M. Yamin, membantah jika bantuan peralatan tahun 2013 tidak tepat sasaran. Karena bantuan seperti peralatan untuk industri kecil menengah (IKM) pandai besi sudah sesuai prosedur. “Sebelum penyerahan bantuan dilaksanakan, kami sudah verifikasi. Sedangkan nama nama yang menerima pun sudah di survey lebih awal, jadi tim penyerahan peralatan sudah memberikan pada kelompok yang tepat,” ujarnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *