Gelombang Naik Hingga Tujuh Meter, Kendaraan Menumpuk

Kabupaten Bima, Kahaba.- Hingga saat ini, pihak Pelabuhan Sape belum  membuka jalur penyebrangan antar pulau. Kondisi cuaca yang belum membaik memaksa ratusan pengendara bertahan di Pelabuhan setempat. Saat ini pun tinggi gelombang diperkirakan mencapai lima hingga tujuh meter.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kepala ASDP Sape, Ardi Ekapati kepada sejumlah wartawan mengatakan, sejak dilanda cuaca buruk sekitar tanggal 14 Januari lalu, sudah mulai dihentikan jalur penyeberangan Sape – Labuan Bajo dan Sape – Waikelo NTT.  Terlebih pasca insiden KMP Cakalang yang dihantam gelombang. “Hingga saat ini penyebrangan masih dihentikan. Terlalu bahaya dengan kondisi cuaca yang masih buruk,” ujarnya, Rabu kemarin.

Saat dihubungi, ia mengaku, kian hari jumlah kendaraan yang tertahan di Pelabuhan Sape sudah mencapai 210. Untuk kendaraan kecil sabanyak 30 unit, Truk besar sebanyak 64 unit dan Truk sedang 35 unit. Adapun barang barang angkutan yang dianggap bisa rusak, sopir memilih untuk dibongkar dan dijual oleh supir untuk biaya hidup. “Intinya para supir tidak ada yang mengeluh, karena memang kondisi cuaca buruk. Hanya saja sopir berpikir masalah anggaran untuk bertahan hidup. Mereka terpaksa menjual bahan barang bawaan untuk bertahan hidup,” jelasnya.

Sementara Kapal yang bersandar, ia menyebutkan masih tiga unit, masing – masing KM. Dewana milik PT. Darma Lautan Utama, KM. Marina Primena milik Jembatan Nusantara, KMP. Cakalang Dua milik pemerintah. “Ketinggian gelombang beberapa hari kemarin empat sampai lima meter, sekarang gelombang sudah semakin tinggi, mencapai lima sampai tujuh. Gelombang tinggi hampir rata diperairan Flores,” tuturnya.

Kata dia, kondisi kendaraan yang menumpuk di pelabuhan Sape sudah banyak, kendati demikian Pelabuhan masih bisa menampung sekitar puluhan kendaraan lagi. “Setiap hari tetap ada kendaraan yang datang dan bertahan di pelabuhan,” terangnya.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *