Bazda Salurkan Bantuan Untuk Bencana Alam

Kabupaten Bima, Kahaba.- Peran Zakat dalam mengentaskan masalah sosial di msyarakat cukup signifikan. Salah satu yang diupaya tersebut adalah dengan mengalokasikan dana khusus untuk bantuan penanggulangan korban bencana banjir yang terjadi sejumlah Kecamatan di Kabupaten Bima, beberapa waktu lalu.

H Abubakar H Usman, Ketua Bazda Kabupaten Bima.

H Abubakar H Usman, Ketua Bazda Kabupaten Bima.

Menurut Ketua Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kabupaten Bima, H Abubakar H Usman, seharusnya alokasi zakat memeliki peran dalam penanggulangan bencana alam. Langkah ini, kata dia, kerap dilakukan Bazda dengan seluruh komunitas zakat di semua Kecamatan dan Desa se-Kabupaten Bima, dengan memposisikan lembaga mereka sebagai bagian dari system penanggulangan bencana.

Abubakar mengungkapkan, Bazda selaku badan zakat telah terlibat dalam penanggulangan bencana. Saat ini, pihaknya telah mengaktifkan peran zakat mereka ditengah lokasi bencana alam, seperti musibah kebakaran dan banjir yang terjadi disejumlah Kecamatan di Kabupaten Bima, beberapa waktu lalu. Seperti, Kecamatan Wawo, Ambalawi, Monta dan Bolo.

Disamping turun langsung memberi bantuan, lembaga ini juga terlibat aktif dalam memberikan bantun terhadap korban bencana alam, masing-masing sebesar Rp 200 ribu per-rumah yang kena bencana.

“Bencana itu telah mengubah kondisi status ekonomi masyarakat menjadi fakir miskin, sehingga perlu diberikan bantuan. Korban bencana dimungkinkan bisa masuk dalam asnaf mustahik,” ujarnya.

Secara umum, jelas dia, program bantuan kebencanaan adalah program yang dialokasikan bagi korban bencana di setiap Kecamatan. Dan, secara alokasi dana program, bantuan bencana tetap lebih kecil dibandingkan program reguler zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang menyejahterakan fakir miskin beserta delapan asnaf lainnya.
“Awalnya, dari 18 Kecamatan dipersiapkan masing-masing Rp 10 juta, tapi karena terjadi bencana di empat Kecamatan, sehingga dinaikan menjadi Rp 250 juta secara keseluruhan,” terangnya.

Untuk pemberdayaan delapan asnaf, juga terus mengoptimalkan pengumpulan ZIS untuk korban bencana. Saat ini, ungkap Abubakar, sudah mengaktifkan posko di wilayah bencana banjir Bandang di Kecamatan Monta.

“Kamis (27/02) besok, kami akan turun di Kecamatan Monta untuk memberikan bantuan berupa uang, masing-masing Rp 200 ribu per-rumah yang kena banjir,” katanya.

Walaupun secara aturan korban bencana bukan bagian dari delapan pihak yang berhak menerima zakat (mustahik), karena suatu kondisi mereka berhak menerima bantuan.

“Di mana, makna fakir miskin selaku salah satu mustahik bisa tercipta karena tiga faktor,” ujarnya.

Pertama, kata dia, faktor struktural yang menjadikan masyarakat miskin. Kedua, faktor cultural, dan faktor ketiga karena bencana.

“Faktor kebencanaan ini dapat menyebabkan masyarakat menjadi fakir miskin. Sebab, bencana yang ia alami membuatnya kehilangan harta benda dan sumber perekonomian,” jelasnya.

Di sisi lain, Bazda juga memiliki program bantuan khusus bencana. Tiap korban bencana tetap mendapatkan bantuan dalam bentuk infak dan sedekah dari masyarakat. Bantuan ini berupa bantuan darurat di saat bencana dan pascabencana dalam bentuk rehabilitasi dan sejenisnya.

“Khususnya, bagi korban bencana yang menjadi fakir miskin karena kehilangan harta benda,”tuturnya.

Disinggung pemasukan Zakat tahun 2013 lalu, Ia mengaku cukup signifikan. Karena, kesadaran masyarakat mengeluarkan zakat sudah sangat bagus. Ditahun 2013, zakat yang berhasil dihimpun sebesar Rp 2, 994 M. Jumlah itu meningkat hingga lima persen dibanding tahun 2012 lalu, sebesar Rp 2, 5 M. Sementara pengeluaran-nya secara keseluruhan, baik operasional maupun pengeluaran yang bersifat konsumtif dan produktif sebesar Rp 2, 643 M.

“Pengeluaran itu termasuk fakir miskin dan bencana alam. Sementara sisa anggaran yang dibagikan sebesar Rp 1, 44 juta,” pungkasnya. *SYARIF

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *