Warga Sangeang Kesulitan Air Bersih

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kebutuhan air bersih warga Desa Sangeang kini bertambah sulit. Pasca semburan debu vulkanik Gunung Sangeang Api beberapa waktu lalu, kondisinya semakin memprihatinkan.

Ilustrasi

Ilustrasi

Sebelum musibah menimpa warga, kebutuhan air bersih kerapkali sulit didapatkan, terlebih pascasemburan debu Vulkanik. Sebelumnya warga hanya bisa mendapatkan air bersih seminggu sekali, dengan membayar sebanyak Rp 5 ribu untuk satu jirigen.

“Kebutuhan warga dalam satu minggu, menghabiskan sekitar 10 jirigen yang berukuran 20 liter,” ujar ibu Erlan, warga RT 33 RW 14 Dusun Lanjoro Desa Sangeang Darat, Ahad (1/6).

Kata dia, air diambil warga dalam bak yang sudah disediakan di So Rabasolo, yang jauhnya sekitar 1 kilometer dari Desa Sangeang. “Kami sangat berharap, pemerintah menanggulangi kesulitan air ini,” harapnya.

*TETA

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *