Didemo, Polisi Evakuasi Rombongan SIKIB dan BNN

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kehadiran Rombongan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Bima di demo sejumlah mahasiswa. Para SIKIB dan BNN pun terpaksa dievakuasi oleh aparat Kepolisian.

Ilustrasi

Ilustrasi

Saat penyuluhan Narkoba masih berlangsung sekitar pukul 13.00 WITA di kampus STKIP Bima, Kamis (5/6), rombongan dijaga aparat Polres Bima Kota yang membentuk pagar hidup.

Aksi para mahasiswa itu sempat membuat kecewa rombongan yang sedang memberikan kegiatan positif bagi masyarakat Bima, khususnya mahasiswa setempat.

Saat berorasi, mahasiswa sempat ricuh. Kericuhan terjadi ketika aparat mencoba mengamankan jalannya acara. Hingga akhirnya para pendemo diseret keluar oleh aparat.

Namun tak berapa lama, para mahasiswa yang diseret keluar halaman kampus ini kembali dan melanjutkan aksinya. Bahkan aksi mereka semakin berani sehingga aparat tak bisa berbuat banyak.

Dalam orasinya, salah seorang mahasiswa meprotes pihak kampus yang tak mensosialisasikan acara penyuluhan serta kedatangan BNN beserta istri para menteri dimaksud. “Ini bukan tempat preman sehingga harus ada penyuluhan narkoba,” tandas salah seorang pendemo.

Tidak hanya itu, mereka juga memprotes kehadiran aparat Kepolisian dalam kampus terlebih aparat membawa senjata.

Sementara itu, Wakapolres Bima Kota Kompol Muhammad Lutfi yang dikonfirmasi setelahnya membantah rombongan BNN dan SIKIB dievakuasi lantaran adanya keributan. Sebab, agenda penyuluhan tersebut berakhir hingga pukul 13.00 WITA dan dilanjutkan dengan agenda lain. “Tidak ada evakuasi, rombongan di sini hanya sampai jam 1,” terangnya.

Ditanyai mengenai protes para mahasiswa terkait kehadiran aparat KEpolisian, Lutfi menyebutkan jika pihaknya hanya melakukan pengamanan. Sebelumnya telah menerima surat surat dari Ketua STKIP.. *BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *