Terdampar, Lima Penumpang Diselamatkan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Lima penumpang KM Versase Amara yang tenggelam diperairan utara Pulau Sangeang (Baca. Kapal Pesiar Tenggelam di Laut Wera, 15 Orang Hilang) diselamatkan kapal pesiar Mermaid.

Suasana evakuasi korban KM Versase Amara yang tenggelam diperairan utara Pulau Sangeang. Foto: Abu

Suasana evakuasi korban KM Versase Amara yang tenggelam diperairan utara Pulau Sangeang. Foto: Abu

Upaya penyelamatan dilakukan saat kapal yang menambung para WNA itu terdampar diutara pantai pulau Gunung Sangeang Api.

“Berdasarkan laporan dari Nahkoda Kapal Mermaid, Minggu (17/8) sekitar pukul 07.50 WITA, jumlah penumpang diselamatkan saat kapal terdampar sebanyak lima orang,” ujar Kepala Pos Pol Air Pelabuhan Bima, Bripka Sumarlin.

Kata dia, saat kapal Mermaid menyandar, melihat ada tiga orang melambaikan jaket pelampung. Kemudian para ABK menggunakan sekoci menuju pesisir pantai.

Saat itu, ketiga orang WNA mengaku sebagai korban kapal tenggelam. Tidak hanya mereka, tetapi juga banyak WNA lain yang menjadi korban.

“Mendengar ada korban, ABK kembali menyusuri pantai timur pulau Sangeang Api dan menemukan dua korban lain,” jelasnya.

Lanjut Sumarlin, kelima korban tersebut dievakuasi menuju Pelabuhan Bima. Sementara lima orang lainnya diselamatkan nelayan dibagian selatan Pulau Sangeang Api.

“Total yang selamat sebanyak sepuluh orang, lima dirawat di RSUD Bima, lima lainnya di Pos Kesehatan Pelabuhan Bima. Sementara 15 orang masih dicari,” tuturnya.

Ia pun menyebut nama sepuluh orang korban selamat, masing – masing Maurice Bertrand Homasser (Prancis), Els Visser (Belanda), Gaylene Cherilwilkinson (Jerman) Hannah Schols (Jerman), Noreen Schwuehow (Jerman), Tony Francis Lawton (Selandia Baru),  Chaterine Anne (Selandia Baru),  Alice Elizabet. (Selandia Baru), Maria Gema (Spanyol), Rafael Martines (Spanyol).

*ABU

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. hancurnya fisik pekerjaan di wilayah kabupaten seperti pekerjaan talud dan pasar tawali wera pertama pada talud bahan batu menggunakan batu karang dan pasar tawali juga tidak konsekwen dengan campuran pasangan pondasinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *