Ditanya Soal Marmer, Walikota Jawab Sinis

Kota Bima, Kahaba.- Saat ditanya mengenai ditutupnya aktifitas pertambangan marmer Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima (Baca. Tambang Marmer Oi Fo’o Akhirnya Tutup) Walikota Bima, HM. Qurais H. Abidin seolah tersinggung dan menjawab sinis.

Walikota Bima, HM. Qurais. H. Abidin

Walikota Bima, HM. Qurais. H. Abidin

Kata dia, investor marmer menutup aktvitas untuk sementara karena diusik oleh pihak tertentu. Padahal, PT. PUI sudah bertahun-tahun bekerja mencari batu, namun belum juga dapat. “Selama bekerja orang itu kadang-kadang diganggu,” ujar, Jum’at (29/8).

Tapi saat ditanya siapa orang yang mengganggu tersebut, Qurais enggan menyebutkannya. Dia mengisyaratkan penggangu itu pihak yang mengambil manfaat dari tambang marmer.

“Siapa yang senang ketika sedang sakit atau rugi, terus diganggu, sehebat apa manusia itu. Setiap hari beli solar, gaji orang, jalankan alat berat, tetapi batunya nggak dapat, dan belum menghasilkan apa-apa,” tuturnya sambil mencak-mencak.

Mestinya, lanjut pria yang juga penguasaha itu, manfaat baru bisa diambil setelah orang itu berjaya. Bukan sebaliknya, ketika orang sedang berusaha dan mulai membangun. Ibaratnya ujar dia, saat orang sedang berlari kemudian dimintai uang oleh orang lain, tentu akan kesal menghadapinya.

“Siapa yang mau kasih uang kalau orang nggak untung. Mau suruh orang itu maling,” tanya Qurais dengan nada tinggi.

Apalagi investor sudah mengeluarkan puluhan miliar untuk memperjuangkan marmer di Kota Bima. Bahkan, sebelum kerja saja investor sudah diminta menyimpan uang Rp 500 juta sebagai jaminan keseriuasan.

“Mereka sudah membeli tanah untuk masyarakat, gantil rugi, rumah-rumah juga ikut dibiayai hingga miliaran,” tuturnya.

Ia pun tak bisa memastikan apakah investor tetap ingin melanjutkan atau tidak. Itu tergantung dari do’a agar investor tetap mau melanjutkan. Namun kalau memang ditinggalkan untuk selamanya, berarti dinilainya belum ada rahmat Tuhan.

“Tuhan menguji kita lagi. Bayangan saya tinggi sekali, kalau nggak ada marmer disana jalan-jalan nggak bisa kita hotmiks karena hanya itu alasannya,” tegasnya.

Ditanya terkait tidak diindahkannya dua kali panggilan DPRD untuk meminta penjelasan tentang berbagai persoalan marmer (Baca. Soal Marmer, Dewan Suruh Polisi Jemput Paksa Pejabat), Qurais bertanya balik kepada wartawan dimana surat itu dan diberikan kepada siapa. “Mana ada suratnya, dikasi siapa, jangan ngarang ente,” tudingnya.

Saat disampaikan itu keterangan Pimpinan DPRD Kota Bima, Feri Sofyan, Ia pun menyarankan menanyakan lagi kepada yang bersangkutan apakah pemanggilan itu ditujukan kepada Walikota atau SKPD terkait.

“Kalau suratnya ke dinas Pertambangan, DPRD punya hak penuh untuk memanggil dalam rangka meminta penjelasan sebagai fungsi kontrol mereka,” pungkasnya.

*ERDE

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *