Bupati Bima: PGRI Harus Menjadi Mitra Pemerintah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pembukaan Konferensi XXI Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Langgudu Rabu (3/9) di Gedung Planet Karumbu Kecamatan Langgudu dimanfaatkan Bupati Bima Drs. H. Syafrudin H.M. Nur untuk memberikan pembinaan dan arahan kepada jajaran pendidikan.

Bupati Bima, Drs.H.Syafruddin HM.Nur,M.Si

Bupati Bima, Drs. H. Syafruddin HM. Nur,, MPd

Kabag Humas & Protokol Setda Kabupaten Bima M. Chandra Kusuma, AP mengaku, pada kesempatan tersebut, Bupati berharap PGRI dan Pemerintah ke depan harus terus menjadi mitra guna menjalin kebersamaan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan masyarakat pada umumnya.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, eksistensi dan peran PGRI selama ini turut memberikan konstribusi yang sangat berarti bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, khususnya pembangunan sumber daya manusia yang sampai saat ini masih terus perlu untuk dikembangkan.

“PGRI sebagai kekuatan organisasi sangat menentukan arah pembangunan di segala lini terutama pembangunan pendidikan,” ujarnya.

Untuk itu PGRI harus bersatu dalam kebersamaan dalam membangun pendidikan di Kabupaten Bima. “PGRI harus tampil di barisan terdepan dalam membangun pendidikan,” ungkap Bupati.

Oleh karenanya, momentum Konferensi tersebut semestinya dimanfaatkan semaksimal mungkin guna menghasilkan agenda peningkatan pelayanan pendidikan.

Sebelumnya, lanjut Chandra, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima Tajudin, SH, M.Si, dalam pengantarnya menjelaskan upaya meningkatkan kualitas peserta didik, selain harus ditunjang sistem pendidikan yang baik, infrastruktur prasarana dan sarana sekolah yang memadai, kompetensi tenaga kependidikan yang cukup serta profesional, tidak kalah pentingnya adalah kesejahteraan SDM guru maupun orangtua siswa.

Berkaitan dengan hal ini, PGRI sebagai organisasi profesi guru, berkewajiban untuk senantiasa meningkatkan kualitas partisipasi anggotanya, terutama dalam menyikapi setiap kebijakan pendidikan sekaligus mendorong kinerja guru dan tenaga pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bima.

“PGRI juga harus tetap menjadi organisasi yang dinamis, mandiri dan berwibawa, dicintai anggotanya, disegani oleh mitranya dan diakui keberadaannya oleh masyarakat,” tegasnya.

Atas dasar pemikiran inilah, PGRI harus senantiasa berusaha dan berupaya merespon berbagai perubahan, terbuka terhadap aspirasi anggota, sehingga terwujud dinamisasi organisasi sesuai kebutuhan peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme anggota.

Ditambahkannya, konferensi kerja PGRI ini sangatlah strategis, karena jajajaran pengurus dan anggota, akan mengevaluasi kinerja kita selama setahun terakhir. Sekaligus melakukan kajian-kajian inovatif, aktual dan kontekstual termasuk membahas isu-isu yang berkembang dan kebijakan yang berlaku di bidang pendidikan.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *